Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

SAMARINDA – Kontrak ekspor gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari Indonesia ke Jepang dikabarkan bakal berakhir di 2021. Meski begitu, Gubernur Kaltim Isran Noor menyatakan hal tersebut tidak menjadi masalah bagi Kaltim selaku provinsi penghasil LNG.

Mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) ini menyebut, keberadaan LNG ini justru lebih dibutuhkan rakyat Indonesia. “Hal ini karena kebutuhan dalam negeri berkembang terus. Karena, manfaatnya untuk bangsa ini kecil,” kata Isran ketika menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka prospek pengembangan dan peningkatan pemanfaatan gas bumi di Kalimantan yang digagas BPH Migas di Samarinda, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, Jepang selaku pengimpor tentu menjual kembali produk turunan dari LNG itu. Bahkan produk turunan ini bisa dijual kembali ke Indonesia. “Kalau begitu, kita yang rugi,” imbuhnya.

Isran meyakinkan bahwa LNG masih dibutuhkan di Indonesia yang sedang berkembang. Karenanya, dia menegaskan tidak masalah bagi Pemprov Kaltim jika memang kontrak ke Jepang tak diperpanjang Pemerintah Indonesia. Karena, kebutuhan baik gas maupun minyak bumi di negara ini masih diperlukan untuk kebutuhan masyarakat.

Yang jelas, sebutnya, konsumen di dalam negeri masih banyak. Apalagi LNG itu dimanfaatkan untuk industri dalam negeri sendiri. Tentu hal ini sangat memberikan manfaat besar bagi rakyat. “Kita masih perlu itu (LNG). Bahkan, dari LNG ini bisa disalurkan melalui pipanisasi,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam FGD tersebut, Isran Noor memberikan ruang yang cukup lebar pada PT Bakrie and Brothers untuk melanjutkan megaproyek pipanisasi gas Trans Kalimantan. Isran mengatakan, dalam proyek pembangunan pipa gas itu agar pemerintah pusat lebih dulu memprioritaskan pembangunan proyek itu di Pulau Kalimantan. Daripada harus dibawa ke Jawa.

Sebab ia menilai, pembangunan pipa gas yang dikelola langsung di Kalimantan sudah menjadi keinginan masyarakat Kaltim. Di sisi lain, ia mengaku, sudah seharusnya daerah penghasil lebih diperhatikan. Karena jika dikelola di Kalimantan, maka masyarakat tidak lagi kekurangan pasokan gas.

Selain itu, dengan dibangun pipanisasi tersebut akan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Akan ada banyak industri olahan yang terbangun nantinya dan semua itu memerlukan pasokan gas. (*/luk)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close