Bontang

Berakhirnya Hari-Hari Membangun

HARI ini merupakan edisi terakhir Bontang Post. Sekaligus menjadi hari terakhir bagi kami ikut membangun Kota Taman tercinta menjadi lebih baik. Delapan tahun lamanya, kami sebagai media ikut mengabdikan diri mengawal setiap kebijakan pembangunan. Tak bisa dimungkiri, beragam prestasi yang diraih Bontang saat ini, salah satunya tak terlepas dari peran media, Bontang Post di antaranya.

Setiap keberhasilan pembangunan di Bontang menjadi diketahui khalayak luas, di antaranya berkat  penyebarluasan informasi yang dimuat di Bontang Post. Apalagi media ini telah mendapat amanah menjadi rekan Pemkot Bontang bersama instansi-instansi dan lembaga-lembaga lainnya. Dalam menjadi media informasi dan sosialisasi, demi mewujudkan slogan mencerdaskan dan menginspirasi yang menjadi tujuan kami selama ini.

Sayangnya, semua kepercayaan itu, semua kerja sama itu terpaksa tak dapat dilanjutkan. Bukan karena kami wanprestasi, namun lebih karena kebijakan tak mungkin lagi ditangguhkan. Memang kami sempat mengalami masa-masa sulit. Namun kami semua di Bontang Post menolak untuk menyerah.

Kami terus berusaha memperbaiki diri dan hasilnya sudah sangat terlihat. Kami berprestasi, masa depan kami (sebenarnya) masih cerah, sekalipun di tengah gempuran kemajuan teknologi informasi yang demikian pesatnya. Kami telah membuktikan bahwa media cetak seperti kami bisa beradaptasi, bahkan melakukan akulturasi dengan perkembangan itu, turut tampil dalam wujud digital di dunia maya.

Tetapi sekali lagi, kami tak berdaya. Bagaimanapun inilah akhir yang mesti diterima Bontang Post. Sedih, tentu. Karena kami tidak lagi menyapa masyarakat Bontang, para pembaca setia koran Bontang Post. Sedih, karena kami tidak lagi bisa memberikan kontribusi untuk pembangunan Bontang, sebagaimana yang selama delapan tahun ini terus kami lakukan dalam rangka menjalankan fungsi pers.

Bagi saya, itulah kesedihan terbesar di balik “sudden death” yang menimpa Bontang Post. Walaupun kami para awak media Bontang Post tentu akan tetap berusaha ikut membangun, mengabdikan diri untuk daerah. Namun pengalaman pengabdian sebagaimana di Bontang Post, takkan pernah tergantikan.

Catatan ini pun, menjadi catatan terakhir saya untuk Bontang Post. Begitu emosionalnya. Masih tak percaya. Tapi mau diapa. Maka melalui catatan terakhir ini, atas nama pribadi dan juga rekan-rekan di redaksi, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Bontang, terkhusus pembaca setia Bontang Post.

Permohonan maaf bila selama ini kami pernah berbuat kesalahan. Baik itu dalam hal pemberitaan maupun dalam hal relasi. Pun demikian, kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungannya selama ini. Karena kami meyakini, hasil karya kami tiada berarti tanpa adanya kalian semua. Para pembaca setia Bontang Post yang selalu menantikan tulisan-tulisan terbaik dalam lembaran surat kabar kami.

Bagaimanapun inilah akhir pengabdian kami di Bontang Post. Inilah akhir peran serta kami di Bontang Post. Sekaligus menjadi awal baru bentuk pengabdian berikutnya. Bagaimanapun, sebagaimana slogan Bontang Post, kami akan selalu berusaha mencerdaskan dan menginspirasi. (***)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button