Bontang

Renovasi Usai, Pencahayaan Disorot

BONTANG – Stadion Bessai Berinta telah usai menjalani masa perbaikan. Pantauan Kaltim Post (induk Bontang Post), pagar yang mengitari lapangan itu telah berdiri kukuh. Ditambah dengan sinar terang lampu di empat sisi penjuru stadion.

Sayangnya, tingkat pencahayaan dari lampu tersebut belum jelas. Padahal untuk menggelar liga profesional setara Liga 1 dibutuhkan minimal 800 lux. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Bambang Cipto Mulyono hanya mengatakan daya kapasitas lampu mencapai 33.000 watt.

“Untuk tingkat lux nya saya tidak paham. Saya juga tidak mengetahui standarnya berapa,” kata Bambang, Senin (31/12).

Saat ini, Disporapar masih fokus terhadap perbaikan lampu. Pasalnya, dua tiang yang dekat gerbang masuk stadion masih kurang titik fokusnya. “Beberapa hari lalu sudah dilakukan percobaan. Hasilnya lampu di dua tiang harus diputar arahnya,” ungkapnya.

Dengan kondisi ini, masyarakat Bontang dapat memakai stadion di malam hari. Hanya, Disporapar membebankan untuk biaya listrik sejumlah Rp 500 ribu untuk satu kali pemakaian. Tentunya dengan waktu yang terbatas.

“Jika memakai siang dan sore tetap ditarik tetapi nominalnya tidak sebesar malam,” ujarnya.

Nantinya, teknis pemakaian stadion bakal diatur dalam peraturan wali kota. Termasuk kepastian pungutan retribusi penggunaan untuk pemasukan keuangan daerah.

Diketahui, proses renovasi ini menyedot anggaran Rp 2,3 miliar dari APBD 2018. Adapun kegiatannya berupa penambahan lintasan lari serta pemasangan instalasi lampu pada pagar dan lapangan.

Pun demikian, Ketua Askot PSSI Bontang Andi Faisal Hasdam belum mengetahui data spesifikasi penerangan di Stadion Bessai Berinta. Lantas, ia pun tidak bisa memprediksi apakah penerangan itu memenuhi standar internasional atau belum.

“Belum bisa memastikan. Stadion Segiri Samarinda saja yang begitu terang beberapa waktu lalu sempat belum memenuhi standar,” ucap pria yang akrab disapa Andi Faiz ini.

Yang pasti, kata dia, stadion tetap dapat digunakan warga Bontang untuk berlatih dan menggelar pertandingan persahabatan di malam hari. Keberadaan di tengah kota pun menjadi nilai plus warga untuk menggunakan sarana olahraga tersebut.

“Lintasan lari di sekitar lapangan juga bisa digunakan malam hari oleh warga Bontang. Jadikan stadion tersebut sebagai pusat olahraga,” jelasnya. (ak/far/k18)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button