Breaking News

Kasus Match Fixing, Sudah Ada Bukti, Hidayat Bisa Tersangka

JAKARTA – Jumlah tersangka kasus match fixing mungkin bakal bertambah. Itu sejalan dengan upaya Satgas Antimafia Bola yang gencar melakukan pemeriksaan dan mencari bukti-bukti valid.

Salah seorang yang bakal diperiksa satgas adalah mantan anggota Exco PSSI Hidayat. Rencananya, Hidayat menjalani pemeriksaan hari ini di Bareskrim Polri pukul 10.00 WIB.

Hidayat dipanggil terkait upaya pengaturan skor yang melibatkan tim Liga 2, Madura FC. Saat itu dia meminta Manajer Madura FC Januar untuk timnya mengalah kala bersua PSS Sleman pada matchday kedua 2 Mei silam. Dia mengiming-imingi Januar Rp 150 juta. Namun, pria 48 tahun tersebut dengan tegas menolak.

Bahkan, Januar dimintai keterangan oleh Satgas Antimafia Bola Kamis lalu (27/12). Pada kesempatan itu pula, pria kelahiran Pasuruan, 9 Januari 1969, tersebut juga menyerahkan bukti kepada Satgas Antimafia Bola. ’’Sudah ada bukti percakapan WhatsApp. Saya berharap, bukti itu cukup kuat,’’ kata Januar saat dihubungi Jawa Pos.

Nah, karena sudah ada bukti, Januar tentu berharap banyak kepada tim satgas. Dia ingin agar ada efek jera bagi pelaku match fixing. ’’Saya juga berharap agar satgas menelusuri siapa yang meminta Pak Hidayat agar Madura FC mengalah. Sebab, kalau ketahuan siapa oknum tersebut, akan terbuka pintu berikutnya,” tambah Januar.

Memang, hingga saat ini belum diketahui siapa dalang di balik upaya pengaturan skor yang dilakukan Hidayat. Dalam acara talkshow Mata Najwa, Hidayat sempat mengatakan bahwa ada oknum dari PSS Sleman yang menghubungi dirinya dan meminta agar Madura FC mengalah. Tapi, hingga sekarang belum terbukti. Lagi pula, kubu PSS sudah membantah terlibat match fixing, termasuk dengan Hidayat.

Karena itu, nanti Hidayat dicecar pertanyaan soal upaya pengaturan skor tersebut. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, pemeriksaan bisa berlangsung hingga sore hari. Jumlah penyidik yang akan melakukan pemeriksaan juga masih dirahasiakan. Termasuk siapa saja yang akan melakukan penyidikan. Tujuannya jelas, agar kinerja tim Satgas Antimafia Bola lebih maksimal.

Kinerja satgas memang menjanjikan. Hingga saat ini, satgas yang dibentuk pada 21 Desember 2018 itu telah menetapkan empat tersangka dalam kasu tersebut. Mereka adalah anggota Exco PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto, dan sang anak, Anik Yuni Artika Sari. Lalu, yang terakhir adalah anggota (nonaktif) Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Hidayat bisa menambah jumlah itu jika memang bukti yang diserahkan Januar cukup kuat. Itu berarti bakal menambah borok PSSI setelah Johar Ling Eng dan Mbah Putih terciduk. Sebab, meski sudah mundur, dia menjadi anggota Exco PSSI saat meminta Madura FC mengalah.

Itu berarti PSSI memang dalam kondisi darurat. Terbukti banyak anggotanya terlibat dalam match fixing. Januar berharap agar kasus Hidayat bisa segera benar-benar dituntaskan sampai akarnya. ’’Sebab, apa pun hasilnya jelas akan berdampak dan punya efek psikologis bagi jejaring mafia yang memanfaatkan kekuatan federasi,’’ tegas Januar.

Selain Hidayat, Vigit Waluyo tengah dibidik Satgas Antimafia Bola. Kemarin (2/1) satgas mengirim tim untuk memeriksa Vigit di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menuturkan, penyidik akan meminta waktu untuk memeriksa Vigit. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk mendalami keterangan dari empat orang tersangka yang tertangkap terlebih dahulu. ’’Koordinasi dulu dengan kejari,’’ tuturnya.

Saat ini pemeriksaan berfokus untuk mengetahui siapa master mind atau otak dari match fixing tersebut. Untuk mengetahui itu, dibutuhkan keterangan semua pihak. ’’Masih perlu pemeriksaan saksi yang kemudian bisa tersusun semua,’’ urainya.

Menurut dia, diperlukan bantuan dari PSSI untuk membongkar semua itu. Sebab, untuk mengetahui master mind tersebut perlu mengetahui penentuan jadwal pertandingan, regulasi, hingga teknis pengaturan liga. ’’Kami lihat Sekjen PSSI kooperatif,’’ ujarnya.

Ke depan bisa diketahui berapa sebenarnya pertandingan yang telah dimanipulasi oleh mafia bola tersebut. Saat ini laporannya mengungkapkan, terdapat 47 kasus yang layak ditindaklanjuti. ’’Namun, benarkah hanya sejumlah itu. Kita lihat lagi,’’ tuturnya.

Yang pasti, terbuka lebar peluang tersangka bertambah. Tentunya berdasar dengan bukti dan keterangan saksi. ’’Kan akan ditelusuri hingga akar-akarnya,’’ papar jenderal bintang satu tersebut. (gus/han/idr/c4/ali/jpg)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button