Bontang

Tahanan Dikabarkan Babak Belur, Lapas Bontang Sebut Salah Paham

KABAR tidak mengenakkan muncul dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bontang. Beredar informasi bahwa salah seorang tahanannya babak belur dihajar petugas. Hingga kepala mengeluarkan darah.

Dikonfirmasi awak media, Kepala Lapas Bontang, Heru Yuswanto membenarkan hal tersebut. Kata dia, memang terjadi kesalahpahaman antara salah seorang warga binaan kasus narkoba bernama M Namir alias Amir (50), dengan petugas Lapas. Yang berujung pada aksi kekerasan yang tidak perlu.

Heru menjelaskan, kejadiannya pada Sabtu (5/1/2019) senja lalu. Ketika Amir baru saja dipindahkan dari Lapas di Samarinda ke Lapas Bontang. Dalam proses pemeriksaan yang dilakukan petugas, Amir melakukan pergerakan tubuh seperti menyikut. Gerakan tubuh ini dianggap oleh petugas sebagai upaya perlawanan. Yang lantas membuat petugas melakukan aksi kekerasan yang tak perlu.

“Miskomunikasi. Dianggap (gerakan) itu perlawanan, menurut versi anggota saya (petugas, Red.). Tapi menurut Pak Haji (Amir, Red.), itu hanya sekadar menepislah, membela dirilah. Beda persepsi. Akhirnya terjadilah,” jelas Heru, ditemui Senin (7/1/2019).

Kata dia, petugas yang melakukan aksi tak terpuji tersebut merupakan petugas yang masih muda dan terbilang baru bekerja. Diduga lantaran sedang berada dalam tekanan dan merasa punya wewenang, akhirnya melakukan aksi kekerasan.

Dalam hal ini, pihaknya akan lebih dahulu melakukan pemeriksaan intern pada petugas yang dimaksud. Namun sudah ada gambaran mengenai kejadian tersebut. Diperkirakan jumlah petugas yang terlibat lebih dari satu.

“Yang jelas pasti akan dapat sanksi. Kalau berapa orang (petugas), belum tahu (jumlahnya). Karena belum diselidiki. Yang jelas sudah ada gambaran, tidak mungkinlah cuma satu (petugas),” terangnya.

Heru menegaskan, sejatinya tidak dibenarkan penggunaan kekerasan oleh petugas kepada warga binaan. Menurut dia, selama ini tidak pernah ada perlakuan seperti itu pada tahanan yang baru diterima Lapas Bontang.

Namun begitu Heru tetap mengakui bila keteledoran itu merupakan kesalahan pihak Lapas. Dia pun meminta maaf kepada Amir. Heru berjanji akan mengubah adanya perilaku kasar dari petugasnya tersebut.

“Saya mengakui itu salah. Di lain sisi, yang bersangkutan (Amir, Red.) juga salah. Tapi itu kan juga tanggung jawab kami. Itulah gunanya pembinaan. Masa yang pembinanya malah yang tidak benar. Nanti akan saya interogasi lagi (petugasnya),” tambah Heru.

Kabar aksi kekerasan ini sendiri membuat pihak keluarga Amir dari Samarinda mendatangi Lapas menanyakan kebenaran kasus tersebut. Heru menyebut, pihaknya telah menemui keluarga Amir dan melakukan mediasi. Hasil mediasinya, pihak keluarga tak melanjutkan kasus ini lantaran Lapas menyatakan siap bertanggung jawab.

“Kami mendengar ada kekerasan di sini (Lapas, Red.). Dan memang setelah kami telusuri, Bapak (Amir, Red.) kondisinya luka-luka. Cuma dari pihak Lapas sendiri sudah meminta maaf dan sudah menyelesaikan secara kekeluargaan dengan kami,” tutur Hardiansyah (24), anak kedua dari Amir.

Dengan mediasi dan permintaan maaf itu, dia menegaskan bahwa kasusnya sudah selesai. Pihak keluarga tidak akan melanjutkan kasus tersebut. Kata Hardiansyah, pihak Lapas sudah memproses pengobatan Amir di klinik. Rencananya Selasa (8/1/2019), Amir akan dibawa ke rumah sakit untuk dicek dan ditindaklanjuti kondisi kesehatannya.

“Tidak terlalu parah, cuma perlu ada penanganan lebih lanjut. Kami percayakan pada pihak Lapas itu sendiri,” kata dia seraya menyebut terdapat luka dan memar di bagian kepala, badan, dan dada Amir.

Hardiansyah yang berprofesi sebagai advokat ini menyatakan, pihaknya sempat kaget mendengar kasus yang dialami sang ayahanda. Namun disadari pasti ada sebab dari kejadian tersebut. Lantas setelah mendengar penjelasan dari Lapas, pihak keluarga bisa menerima. Apalagi Lapas akan merawat Amir sampai benar-benar sembuh.

“Kalau memang mereka (Lapas) berani bertanggung jawab, ya sudah kami selesaikan sampai di sini saja. Intinya kasus ini sudah selesai dan jangan diperpanjang lagi,” pungkas Hardiansyah. (luk)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button