Bontang

Keluhan Distribusi Air Bersih, Pelanggan Diminta Melapor ke PDAM

KERUSAKAN sumur dalam atau deep weel (DW) PDAM Tirta Taman Bontang di lima titik menurunkan kuantitas dan kualitas distribusi air bersih. Khususnya kepada para pelanggan PDAM di wilayah Bontang Utara.

Akibatnya, banyak pelanggan yang mengeluh lantaran distribusi air yang terganggu. Dari penelusuran media ini, ada yang sampai pindah ke rumah keluarga, hingga membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang tengah macet. Tak jarang, pelanggan yang merasa kesal mengungkapkan keluhannya di media sosial seperti facebook.

Menanggapi keluhan-keluhan ini, Direktur PDAM Tirta Taman Suramin menyarankan kepada pelanggan untuk melapor secara resmi. Bisa melalui telepon ke layanan gangguan PDAM atau datang langsung ke Kantor PDAM Tirta Taman. Tentunya pelaporan harus menyertakan nama dan alamat yang jelas agar dapat ditelusuri dan cepat ditangani.

“Intinya pelanggan diminta untuk melapor dengan syarat alamat lengkap. Tidak perlu lapor ke lain-lain. Lebih baik lapor ke PDAM untuk teknisnya,” kata Suramin saat ditemui BontangPost.id, Sabtu (12/1/2019).

Dijelaskan, PDAM memiliki pos pelayanan gangguan yang siaga setiap hari. Mulai dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 21.00 Wita. Pelaporan ini penting dilakukan ke PDAM supaya terkontrol, bisa dievaluasi dan segera ditindaklanjuti. Bukan hanya menuliskan keluhan di media sosial seperti facebook dan instagram.

“Tapi kalau mengeluh di facebook, instagram, dan sebagainya, ya kami memiliki keterbatasan. Apalagi tidak disertai alamatnya. Itu yang kami harapkan proaktifnya (pelanggan). Kami bentuk tiga sif untuk menerima keluhan pelanggan,” urainya.

Kata Suramin, sejatinya PDAM juga memiliki akun media sosial yang bisa menjadi sarana pelaporan. Meliputi facebook hingga WhatsApp. Namun kerap kali alamat yang disertakan dalam laporan keluhan tidak lengkap. Misalkan hanya menuliskan nama kelurahan saja.

Pun demikian, dari pelacakan ke lapangan yang dilakukan PDAM atas keluhan air bersih, pihaknya sering menemukan beberapa fakta menarik. Misalnya warga yang mengeluhkan distribusi air bersih ternyata bukan pelanggan PDAM. Ada juga pelanggan yang sebenarnya mendapatkan distribusi air yang lancar.

“Ada yang saya lacak, ternyata sebenarnya (distribusi) airnya lancar. Cuma pelanggan itu maunya 24 jam (mengalir). Ya tidak bisa begitu karena masyarakat lainnya masih banyak yang kekurangan air. Kami mohon maaf belum bisa seperti itu (24 jam, Red.) karena sedang ada permasalahan,” sebut Suramin.

Dia mengakui bila kerusakan sumur beruntun di 2018 membuat PDAM terpaksa menurunkan kuantitas dan kualitas pelayanannya. Pelanggan yang sebelumnya mendapat distribusi 24 jam pun kembali diberlakukan giliran pelayanan. Tujuannya demi pemerataan agar semua pelanggan terlayani.

Suramin menyatakan, mungkin ada beberapa titik yang belum maksimal dalam hal distribusi. Lantaran faktor jangkauan yang jauh atau mungkin kontur tanahnya yang tinggi. Sehingga distribusi menjadi terganggu.

Bila demikian, dia menyarankan pelanggan segera melaporkan melalui beragam saluran yang telah disediakan. Sehingga bisa diberikan solusi, salah satunya PDAM menurunkan truk tangki air untuk memberikan pasokan air gratis. Sebagaimana yang dilakukan di tiga RT di kawasan Tanjung Limau, Gunung Elai. (luk)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button