Advertorial

Tingkatkan Kompetensi SDM Usia Produktif, Pupuk Kaltim Buka Program Magang dan PKL

BONTANG – Salah satu upaya PT Pupuk Kaltim dalam meningkatkan kompetensi masyarakat usia produktif di lingkungan perusahaan dengan membuka program magang maupun praktik kerja lapangan (PKL), Senin (14/1) di Gedung Wijaya Kusuma. Tak hanya membuka, pada kesempatan itu pula Pupuk Kaltim Apprentice Challenge (PAC) Batch I tahun 2018 resmi ditutup,

Program magang dan PKL yang telah dan akan dilaksanakan itu dikembangkan oleh Pupuk Kaltim untuk masyarakat, dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) guna menghadapi dunia kerja. Hal itu diaplikasikan pada program PAC angkatan II tahun 2019, Pupuk Kaltim Internship Program (PIP) periode I 2019, serta Magang Dalam Negeri periode I 2019.

Superintendent Perencanaan dan Evaluasi Departement Learning Centre Pupuk Kaltim, Widodo dalam laporannya mengatakan program PKL tahun ini mampu merangkul sebanyak 160 siswa, PAC angkatan pertama sekitar 50 orang, PAC angkatan kedua 68 orang, serta Magang Dalam Negeri sejumlah 20 peserta.

“Pupuk Kaltim cukup komitmen untuk pembangunan SDM. Kami berharap program PKL dan magang ini dapat selaras dengan rencana perusahaan dalam menyiapkan masyarakat untuk bekerja,” ujarnya.

Lanjut Widodo, periode pertama PAC dimulai sejak Juli 2018 hingga Januari 2019, diikuti sebanyak 50 peserta pada angkatan pertama. Dari total 459 pendaftar. Sementara pada tahap selanjutnya atau periode kedua, dari sebanyak 353 pendaftar, terseleksi menjadi 68 orang.

“Magang Dalam Negeri ini merupakan kerja sama antara Pupuk Kaltim dengan LPK Suvi Training dan Pemerintah Kota Bontang,” terangnya.

RESMI DIBUKA: Jajaran Manajemen Pupuk Kaltim berfoto bersama sebagai simbol ditutupnya Pupuk Kaltim Apprentice Challenge. (FAUZI/HUMAS PUPUK KALTIM)

Sementara itu, GM Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid menjelaskan, pemagangan merupakan bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu, antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung. Tentunya, di Pupuk Kaltim peserta akan mendapat bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja yang lebih berpengalaman dalam proses produksi barang dan jasa di perusahaan. Guna menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.

“PKL bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai praktik dalam dunia kerja. Sehingga dapat memberikan bekal kepada mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan,” tutur dia.

Sementara program magang sendiri bertujuan untuk meningkatkan kompetensi seluruh peserta magang sebagai sumber tenaga kerja potensial di kota Bontang dan sebagai salah satu realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Adapun peserta PKL diikuti mahasiswa dari 17 kampus di Indonesia, di antaranya Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Gadjah Mada, Akademi Maritim Yogyakarta, Institut Teknologi Nasional Malang, Politeknik AKA Bogor, Politeknik ATI Makassar, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Stitek Bontang, Universitas Airlangga, Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Brawijaya, Universitas Dipenogoro, Universitas Lambung Mangkurat, hingga Universitas Mulawarman.

“Manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ini kesempatan emas untuk adik-adik, jangan sampai selama PKL tidak mendapat apa. Harus memperbanyak jaringan. Membuat target agar waktu tidak berlalu sia-sia,” harap Nur Sahid.

Di akhir acara, Arum Sekarwangi salah seorang peserta PAC periode pertama yang mendapat tempat tugas di Departemen Rekayasa dan Konstruksi menyampaikan kesannya selama mengikuti program tersebut. Ia mengaku banyak ilmu yang didapatkan selama magang berlangsung.

Berada di lingkungan perusahaan yang memiliki segudang prestasi membuatnya banyak belajar berbagai hal. Hasilnya, pengetahuannya pun bertambah tentang bagaimana budaya kerja, kebiasaan para pekerjanya, hingga mengenal lingkungan sekitar Pupuk Kaltim.

“Selama lima bulan banyak ilmu yang didapat, mencontoh atau mencari ilmu dari karyawan Pupuk Kaltim. Kurang lebih kita bisa tahu kebiasaan mereka di kantor. Bagaimana dunia bekerja dan lebih banyak mengenal orang dan teman baru,”tutup dia. (ra/adv)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button