Bontang

Kesempatan Kerja Kurang, Batasi Tenaga Luar Lewat Regulasi

WAKIL Wali Kota Bontang Basri Rase menyebut kesempatan kerja di Bontang masih kurang. Hal ini menanggapi rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang yang menyatakan terjadi kenaikan angka pengangguran sebesar 0,37 persen di 2017.

Kata Basri, kenaikan sebanyak 0,37 persen itu tak bisa disebut sebagai peningkatan. Lantaran saat ini banyak industri baru yang sedang dibangun di Bontang. Yang diperkirakan bisa menyerap ratusan tenaga kerja lokal.

“Bukan peningkatanlah itu, hanya kesempatan kerja yang kurang. Enggaklah (meningkat), dibanding dengan daerah lain. Itu mungkin pendataannya yang kurang. Masa sih dengan adanya industri yang baru, pengangguran masih bertambah?” ujar Basri kepada awak media.

Terkait kurangnya kesempatan bekerja, dia menyatakan Pemkot Bontang bersama DPRD Bontang telah menyiapkan regulasi dan kebijakan dengan adanya peraturan daerah (perda). Tepatnya Perda  Perubahan atas Perda Nomor 1/2009 tentang rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja. Serta perubahan atas Perda Nomor 9/2013 tentang Perlindungan Hak Pekerja Alih Daya.

Dalam perda tersebut, telah disepakati bersama antara pemkot dan DPRD terkait batas kuota tenaga kerja luar Bontang yang bisa digunakan perusahaan. Dengan pembagiannya 70 persen untuk tenaga lokal, sementara 30 persennya untuk tenaga luar Bontang.

“Itu salah satu kebijakan pemerintah. Saya kira (kebijakan) ini tidak ada dimiliki oleh daerah lain. Tinggal bagaimana strategi untuk melaksanakan perda ini dengan benar-benar berdaya guna. Sehingga masyarakat Bontang, khususnya para pencari kerja ini bisa mendapatkan kesempatan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Mengenai anggapan masyarakat Bontang yang pilih-pilih pekerjaan, Basri tak memungkirinya. Lantaran sebagai daerah industri, masyarakat Bontang dianggap sudah terbiasa dengan pendapatan yang tinggi. Sementara kesempatan untuk bekerja dengan pekerjaan yang sama yang mereka dapatkan sebelumnya itu tidak selalu ada.

“Inilah tantangan kita. Bagaimana kita mencoba menyalurkan mereka ini (tenaga kerja Bontang) ke daerah lain yang memang membutuhkan dengan skill yang sama,” terang Basri.

Menurut dia, pelatihan-pelatihan skill tenaga kerja penting untuk terus dilakukan. Pasalnya pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dari waktu ke waktu. Untuk memenuhi tuntutan itu, selain pelatihan dari pemerintah, perusahaan-perusahaan yang ada di Bontang diimbau untuk segera melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat pelatihan skill. (luk)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button