Nasional

Video Siswa SMA Viral, Guru Sibuk Mengajar, Pelajar Asik Merokok

SEKADAU-Sebelumnya Kabupaten Sekadau dihebohkan foto syur oknum guru perempuan di media sosial (medsos) Facebook. Kini viral video seorang siswa SMA asik merokok di ruang kelas saat guru sedang mengajar.

Aksi tak terpuji oknum pelajar itu direkam dalam video amatir berdurasi 29 detik. Video itu diunggah ke Facebook oleh pemilik akun Pinus Jenal pada 19 Januari pukul 21.03 WIB. Sontak postingan ini langsung dikomentari bahkan banyak yang membagikannya. “Ini contoh yang tak baik,” komentar salah seorang warga melihat postingan tersebut.

Beberapa warga juga menanyakan asal sekolah pelajar tersebut. Pemilik akun pun langsung merespon dengan memberikan jawaban. “SMA 03 Sekadau Hulu,” jawab akun Pinus Jenal.

Dalam video itu, tampak seorang pelajar memegang rokok dan pelajar lainnya menyulut menggunakan korek api. Sang pelajar yang mengenakan pakaian batik itu langsung menghisap rokok tersebut.

Sesekali pelajar itu tampak cengingisan sambil melihat ke arah guru yang tengah menulis di papan tulis. Pelajar lainnya, tampak hanya memperhatikan ulah tak terpuji rekan sekelasnya itu.

Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau masih menelusuri kebenaran video itu. “Masih kita telusuri,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sekadau, Losianus kepada Rakyat Kalbar, Rabu (23/1).

Losianus menegaskan, berdasarkan info, hal itu dilakukan pelajar SMA di Sekadau Hulu. Namun karena SMA kewenangan provinsi, pihaknya tentu tidak bisa melakukan langkah lebih jauh.

“Yang jelas tadi saya sudah koordinasikan ke guru dan jajaran di Sekadau Hulu untuk melakukan pengecekan,” pungkas Losinus.

Menanggapi aksi tidak terpuji siswa di Kabupaten Sekadau, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar, Siprianus Herman menuturkan pihaknya akan semakin meningkatkan fungsi supervisi. Baik dilakukan Disdikbud, pengawas maupun kepala sekolah. “Kita juga akan meningkatkan pendidikan karakter. Dengan banyak memberikan contoh langsung kepada murid,” ujarnya kepada Rakyat Kalbar.

Herman mengatakan, sebetulnya Disdikbud Kalbar sudah melakukan sosialisasi tentang bahaya kenakalan remaja. Termasuk bahaya merokok. Namun, sosialisasi semacam itu harus lebih gencar dilakukan. “Monitor oleh dinas untuk pengawas, Kepsek dan guru wajib ditingkatkan juga,” tegasnya.

Dirinya mengimbau kepada seluruh guru di Kalbar agar terus menanamkan pendidikan karakter dalam semua mata pelajaran. Dengan memberikan contoh khusus. Seperti kasus kemarin agar dijadikan sebagai bahan evaluasi.

Ia juga meminta kepada seluruh guru untuk memberikan pemahaman yang detail kepada murid bahwa merokok sangat merugikan kesehatan. Jangan sampai keadaan ini terjadi akibat murid melihat guru merokok di lingkungan sekolah.

“Saya mengimbau kepada seluruh siswa, fokuslah terhadap poses pembelajaran di sekolah. Buat hal positif dengan kegiatan yang brmermanfaat untuk mengisi masa remaja,” imbau Herman.

Terpisah, Psikolog Maria Nafaola mengaku tidak bisa mengomentari terkait anak yang berada di dalam video itu. Karena ia belum mengetahui apakah anak tersebut memang perokok atau hanya iseng untuk senang-senang di shooting. Dikatakannya, penyebab anak-anak terpengaruh rokok karena belum sepenuhnya memahami bahaya efeknya. Tahunya hanya sekilas seperti nanti akan menyebabkan kanker. Tapi mereka tidak tahu kanker itu seperti apa. “Begitu juga kerusakan paru-paru itu seperti apa. Belum paham betul sampai ke dalam-dalamnya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, anak-anak harus diberi tahu detail tentang bahaya rokok. Bisa melalui video yang menyebabkan kematian. Sehingga ketika wawasan dan pengetahuan mereka bertambah seratus persen paham rokok itu seperti apa. Barulah ia akan mengubah kebiasaan-kebiasaannya.

“Kalau sudah sampai adiksi kecanduan merokok itu akan membutuhkan treatment tersendiri. Tapi kalau belum kecanduan biasanya dengan pemahaman yang baik mereka akan bisa berubah dan tidak mau merokok lagi,” tutup Maria. (jpg)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button