Kaltim

Ngaku sebagai Istrinya, Perempuan Difabel Disetubuhi Tetangganya Berulang Kali

SAMARINDA – Kulitnya kuning langsat, tubuhnya kurus, wajahnya tampak ayu. DE, namanya diinisialkan lantaran menjadi korban pemerkosaan. Usianya masih 24 tahun, namun perempuan itu mengalami gangguan mental sejak kecil. Saat kondisi tubuhnya tak seperti orang pada umumnya, dia malah jadi korban persetubuhan. Pelakunya adalah Sapri (60), pria lanjut usia (lansia), dan juga tetangga korban.

Selasa (5/2), kakek enam cucu itu resmi berstatus tersangka. Sapri ditahan dengan Pasal 285 KUHP tentang Perbuatan Asusila yang diikuti kekerasan.

Perbuatan tak senonoh pelaku, dilakukan pada Sabtu (2/2) dini hari. Saat pelaku bekerja, sebagai penjaga (wakar) di Bank Pasar Ronggolawe. Lepas tengah malam, korban datang seorang diri. “Dia (DE) pinjam handphone ke pelaku,” sebut Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota Iptu Purwanto.

Kondisi korban yang difabel, bukannya membuat pelaku iba. Sapri malah memanfaatkan kepolosan pelaku. DE dibawa ke rumah keluarga pelaku di Jalan Biawan, Gang 5, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir. “Dia bilang ke keluarganya, kalau itu istri, dinikahi siri,” sambung perwira balok dua tersebut.

Di sana, DE dibuat tak berdaya. Tangannya yang kecil tak mampu menolak kekuatan Sapri. Namun, sebelum melakukan hubungan badan, pelaku lebih dulu mengancam bakal membunuh jika tidak menuruti kehendak pelaku. Tak bisa mengelak, tiga kali perempuan difabel itu disetubuhi. Merasa hasratnya terlampiaskan, korban dibawa ke Pasar Pagi. Dibelikan pakaian. Parahnya, dibiarkan begitu saja. Padahal, keluarga DE panik mencari keberadaan perempuan tersebut.

Ketika korban dibawa, rupanya ada yang melihat. Minggu (3/2), korban akhirnya ditemukan. Diceritakan semua perbuatan bejat pelaku. Selain itu, ada bekas ciuman di leher korban. Setelah itu, korban dibawa ke kantor polisi. Membuat laporan atas perbuatan pelaku.

“Saya lihat, ada bekas cengkeraman di kedua lengan tangan,” sebut Purwanto. Adanya bekas kekerasan, polisi akhirnya menyarankan juga membuat laporan visum. “Makanya yang kami kenakan Pasal 285, karena ada unsur kekerasannya,” tegas Purwanto. Namun, Sapri membantah jika dirinya memerkosa korban. “Suka sama suka, Pak,” akunya kepada polisi. Ditemui di Polsek Samarinda Kota, Jalan Bhayangkara, kemarin, pelaku irit bicara.

“Nanti kasih tahu keluarga saya, Pak. Kalau saya di sini (Polsek Samarinda Kota),” sebutnya ke petugas. Sapri mengaku, dia mengenal korban sekitar dua bulan belakangan, lantaran sering jalan-jalan di sekitar tempat kerjanya. “Soal berkilah itu hak dia (dengan alasan istri siri). Buktinya (kekerasan) ada,” pungkas Purwanto. (*/dra/rsh/k15/kpg)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button