Kaltim

Si Jago Merah Sudah Tiga Kali Marah di Tengah Malam

SAMARINDA – Kurun waktu lima hari, sudah tiga kali api mengamuk. Bukan kebetulan, dari tiga kali membara, waktu kejadiannya semua menjelang dini hari, tepatnya pukul 01.10 Wita. Awal pekan, Kompleks Lokalisasi Bandeng Raya Solong membara, berlanjut ke belasan bangunan di Jalan Merbabu, Samarinda Ulu, dan dini hari Jumat (8/2), tujuh bangunan hangus di Jalan KH Mas Mansyur, Gang Kaganangan, RT 32, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.

Belasan bangunan terbakar dalam musibah beruntun di kawasan tersebut. Jalanan basah. Dari langit ibu kota Kaltim, hujan turun sedang di beberapa daerah. Tidak untuk kawasan Sungai Kunjang. Langit memerah. Sirene mobil pemadam kebakaran (PMK) memecah keheningan malam Samarinda.

Di lokasi, api terus membesar. Bangunan padat dan jaraknya yang sangat dekat, terlebih bermaterial kayu, membuat si jago merah, cepat menjalar ke bangunan lain. Namun, petugas pemadam tak kesulitan. Mencari sumber air untuk menyuplai usaha petugas menjinakkan si jago merah.

Sepasang pria lanjut usia nyaris terjebak dalam kobaran api. Lepas tengah malam, sebelum musibah terjadi, Jurani (61), seorang warga yang juga jadi korban rumahnya terbakar, sempat ke kamar mandi. Buang air kecil. Tak banyak kendaraan yang melintas di sekitar kediamannya. “Tapi saya tidur lagi. Enggak lama kemudian, istri bangunkan,” sebut pria lanjut usia tersebut. Tidak seperti biasanya, Jurani yang tinggal bertahun-tahun itu terburu-buru keluar rumah. “Warga di luar sudah teriak-teriak,” sambungnya.

Puluhan petugas PMK sibuk. Mencari sumber air, dan ada pula yang menyambung selang, untuk bisa lebih dekat menjangkau titik api. Jurani kembali ke dalam rumah. Berusaha menyelamatkan istrinya. Dan mencari barang berharga yang bisa diselamatkan. Namun api sudah keburu menjalar ke rumahnya. Tujuh rumah tunggal, dan empat bangsal total 18 pintu hangus. Api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian.

Anggota LSM Peduli Lingkungan (Pelik) Samarinda Udi Rahman menuturkan, memang untuk sumber air tidak kesulitan mendapatkan. “Berbeda dengan kejadian awal pekan lalu di Lokalisasi Bandeng Raya Solong. Dekat sini (lokasi kebakaran) ada sungai,” ungkapnya. Namun, menjadi kendala adalah padatnya permukiman dan sempitnya akses, membuat petugas sedikit kewalahan. Agar tak terus menjalar, relawan langsung memblok lewat sisi lain. “Ya sekitar dua jam baru bisa dipadamkan, sampai pembasahan sekitar tiga jam,” pungkasnya. (*/dra/rsh/k18/kpg)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button