Nasional

Jokowi Minta Pertamina Turunkan Harga Avtur

JAKARTA – Kenaikan harga tiket pesawat yang berdampak pada rendahnya tingkat keterisian penumpang dan penurunan minat wisatawan akan dikaji Presiden Joko Widodo. Persoalan itu dikeluhkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) saat bertemu Jokowi di sela-sela Rakernas PHRI tadi malam.

Jokowi mengatakan, dirinya sudah mendapat laporan terkait persoalan harga tiket. Di mana salah satunya disebabkan oleh harga avtur yang tinggi. Jokowi pun mengaku sudah mendapat informasi terkait adanya monopoli avtur di pasar domestik.

“Di monopoli oleh pertamina sendiri,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan di Grand Sahid Hotel, Jakarta, tadi malam.

Untuk menuntaskan persoalan tersebut, Jokowi mengaku akan mengundang Direktur Utama Pertamina siang ini. Menurutnya, hanya ada dua pilihan yang akan dia diberikan kepada pertamina. Pertama, pertamina harus mau menyamakan harga avtur dengan harga internasional yang lebih murah. Namun jika tidak mau, maka dirinya akan memasukkan perusahaan internasional untuk menjadi pesaing pertamina.

Jokowi meyakini, upaya itu tidak akan membuat laporan keuangan pertamina bermasalah. Berdasarkan laporan sementara yang disampaikan kepadanya, pertamina sudah mendapatkan laba keuntungan yang signifikan tahun ini.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, melambungnya harga tiket pesawat belakangan berdampak pada penurunan okupansi hotel hingga 20 persen. Penurunan tersebut, bukan hanya merugikan bisnis perhotelan, namun juga rantai ekonomi lainnya seperti menurunnya omset UMKM yang menjadi mitra hotel. “Peran monopoli avtur pertamina perlu dihentikan,” ujarnya.

Selain persoalan avtur, Hariyadi mensinyalir adanya permainan kartel pada industri penerbangan. Pasalnya, saat ini, pasar penerbangan domestik hanya dikuasainya dua pemain besar saja. Yakni Lion Group dan Garuda Group. Oleh karenanya, dia mengusulkan pemerintah memberikan kemudahan agar perusahaan maskapai baru bisa masuk. “Sehingga menghasilkan persaingan kompetitif,” tuturnya.

Terpisah, PT Pertamina (Persero) mengklaim harga avtur yang berlaku saat ini sudah sesuai dengan formula yang ditetapkan Kementerian ESDM. Awal Februari kemarin ESDM mengeluarkan formula baru dan khusus untuk Avtur.

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina, Basuki Trikora mengatakan Pertamina telah melakukan perhitungan harga avtur sesuai dengan formula baru yang dikeluarkan Kementerian ESDM. “Sudah kami hitung, nggak ada masalah. Selama ini harga avturnya masih di bawah (formula),” katanya.

Dia mengatakan Pertamina akan menaati formula harga avtur yang ditetapkan pemerintah. “Pertamina tinggal ikut saja,” ucapnya. (far/vir)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button