Bontang

Terjerat Utang Arisan Online, RM Nekat Mencuri

BONTANG–RM terpaksa mengaku sebagai sales diler sepeda motor saat kepergok nyelonong masuk rumah orang. Perempuan 23 tahun itu memilih mencuri untuk melunasi utangnya. Tak tanggung-tanggung, perhiasan senilai Rp 30 juta dia gondol. Lalu digadaikan seharga uang Rp 10 juta.

Pencurian dilakukan Rabu (13/2) sekira pukul 14.20 Wita. Korbannya Nurdi Saptono, warga Jalan Mangga, Blok R-3, BTN PKT, RT 29, Kelurahan Belimbing. Saat itu korban pulang untuk istirahat. Setelah bangun, dia hendak mandi untuk kemudian salat. Namun, dia mendengar suara di kamar anaknya. Dikira anaknya, ternyata yang keluar malah tersangka RM.

“Pelapor (Nurdi Saptono) tak ada pikiran pencuri, ia justru takut dikira memasukkan wanita ke rumah karena istrinya sedang tidak ada di rumah,” kata Kasat Reskrim AKP Ferry Putra Samodra melalui Kanit Opsnal Ipda Mandiono, Senin (18/2).

Dia membawa RM ke luar dan didudukkan di teras rumah lalu ditanya tujuannya masuk ke rumah. RM lantas mengaku sales dan sedang mencari orang lain yang tidak tinggal di situ. RM pun diminta pergi mencari ke tempat lain. Tak curiga, Nurdi lantas kembali ke kantornya.

“Ternyata saat pelapor pergi kerja, RM masuk lagi melalui jendela yang sudah rusak slotnya. Ia gasak perhiasan dan tabungan milik pelapor,” bebernya.

Malamnya, lanjut Mandiono, pelapor bercerita pada istrinya ada orang masuk rumah. Mereka pun lantas mengecek barang berharga. Dan benar, 4 gelang serta 3 cincin raib. Nurdi pun melapor ke Polres Bontang.

Minggu (17/2) sekira pukul 21.30 Wita, Unit Opsnal Polres Bontang berhasil mengamankan pelaku di kediamannya di Kilometer 3. Barang bukti hanya tersisa 2 cincin, perhiasan lainnya sudah dia gadaikan.

RM mengaku terlilit utang arisan online melalui aplikasi Line, 2018 lalu. Dia terus diteror harus membayar Rp 10 juta bahkan diancam akan dilaporkan ke polisi jika tidak membayar. “Saya lihat rumah itu tidak ada orangnya, makanya saya masuk,” ungkap ibu yang masih punya bayi 8 bulan itu.

Uang hasil gadai emas pun langsung dia serahkan kepada orang yang mengancamnya. “Saya takut diancam makanya saya bayar. Padahal, banyak yang bilang itu penipuan,” tandasnya. (mga/dwi/k8/prokal)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button