Breaking News

Kuota Jalur Undangan Unmul Dipangkas

Rasio Dosen dan Mahasiswa Unmul Belum Ideal

SAMARINDA – Universitas Mulawarman (Unmul) kembali menekan kuota penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Tahun lalu, kuota Unmul dari tiga jalur penerimaan, SNMPTN, SBMPTN, dan SMMPTN, mencapai 5.509 kursi. Tahun ini, hanya tersedia 5.311 kursi. Turun sebanyak 198 kursi.

Kampus terbesar di Kaltim itu secara khusus mengurangi kuota penerimaan untuk jalur SNMPTN dan SMMPTN. Terus berkurangnya kuota tersebut otomatis membuat kesempatan dan tingkat persaingan pelajar masuk Unmul kian ketat. Kebijakan itu diambil Unmul demi menekan rasio antara dosen dan mahasiswa ideal. Sekaligus mempercepat peningkatan akreditasi Kampus Hijau, sebutan Unmul, dari B ke A.

Wakil Rektor Unmul Bidang Akademik Prof Mustofa Agung Sardjono menegaskan, keputusan tersebut diambil demi memastikan peningkatan kualitas. Program studi (prodi) dilarang mengusulkan kuota sebanyak-banyaknya tanpa memperhitungkan kemampuan penyelenggara. Seperti jumlah dosen maupun ketersediaan saran dan prasarana, khususnya ruang kuliah.

“Sudah dua tahun ini kami terus mengurangi kuota penerimaan,” tegas Prof Agung. Dikatakan, pada 2016, SNMPTN dialokasikan sebanyak 2.110 kursi, maka tahun ini hanya 1.914 kursi. Kemudian, SMMPTN alias jalur lokal yang sebelumnya dialokasikan 1.798 kursi, tahun ini hanya 1.570. Meski begitu, universitas yang dipimpin Prof Masjaya itu menambah kuota untuk jalur SBMPTN alias tes tertulis nasional. Dari 1.601 kursi menjadi 1.827 kursi tahun ini.

Meski menekan jumlah penerimaan, persentase tiap jalur masuk di Unmul sudah sesuai ambang batas minimal dan maksimal yang ditetapkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti). Yakni, persentase SNMPTN sebesar 36 persen (batas minimal 30 persen), SBMPTN 34,5 persen (batas minimal 30 persen), dan SMMPTN 29,5 persen (batas maksimal 30 persen).

“Program sarjana memang turun, tapi jenjang pascasarjana bakal kami tingkatkan,” tambah Guru Besar di Fakultas Kehutanan Unmul itu. Selain itu, lanjut dia, pengurangan kuota di jalur SNMPTN alias jalur undangan juga berdasarkan evaluasi. Nilai rapor yang selama ini menjadi acuan dalam penerimaan jalur tersebut belum menjadi tolok ukur.

Pasalnya, setelah dilakukan monitoring prestasi mahasiswa yang diterima melalui jalur undangan biasa-biasa saja, tidak lebih baik dari SBMPTN. Sementara itu, pengurangan untuk kuota lokal karena dibatasi oleh Kemenristekdikti. “Jadi silakan manfaatkan dan maksimalkan setiap jalur seleksi yang disediakan,” tuturnya. (*/him/riz/k8)

 

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button