Advertorial

Pupuk Kaltim Lakukan Fogging di Wilayah Bufferzone, Pagi dan Sore Hari

BONTANG – Kekhawatiran perusahaan terhadap meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di kota Bontang, mendasari PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melakukan fogging ke tiga kelurahan yang ada di wilayah bufferzone. Rencananya, selama tujuh hari, Pupuk Kaltim akan melakukan fogging pada pagi dan sore hari.

Superitendent Hiperkes Dept K3 Pupuk Kaltim, Sihono menjelaskan keterlibatan perusahaan memberantas nyamuk aedes aegypti bersama Pemkot Bontang melalui Dinas Kesehatan (Diskes). Di mana, fogging akan dilakukan secara merata di seluruh RT di wilayah Guntung, Gunung Elai, dan Loktuan. Pun beberapa RT di wilayah Sidrap yang menjadi tanggung jawab sosial Pupuk Kaltim.

“Kita harus memberikan tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Apalagi fogging menjadi sesuatu yang dibutuhkan saat ini. Sesuai arahan direksi, fogging dilakukan bekerja sama dengan Diskes maupun 3 kelurahan tadi,” terangnya.

Jadwal fogging dimulai sejak hari ini, Kamis (21/2/2019) dari Kelurahan Guntung, Sidrap, Gunung Elai, dan berakhir di wilayah Loktuan. Dilaksanakan pagi hari sekira pukul 07.00-08.30 Wita dan di sore hari pada pukul 16.00-18.00 Wita.

“Fogging dilakukan menyesuaikan jam terbang nyamuk. Supaya pelaksanaan di lapangan bisa efektif,” rinci Sihono.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Diskes Bontang diwakili Diana Nurhayati selaku Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Bontang. Ia mewakili Pemkot Bontang mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang telah memfasilitasi terlaksananya fogging dengan tujuan untuk memutus rantai aedes aegypti di kota Bontang.

Di mana, selama kurun waktu dua bulan (Januari-Februari) terjadi peningkatan kasus di seluruh kelurahan di Bontang Selatan, Bontang Utara, dan Bontang Barat. Yakni sekira 200 kasus dan suspek sekitar 100 lebih kasus. Sehingga fogging dilakukan serentak di seluruh kelurahan. Tak hanya itu, upaya pemberantasan lainnya dengan melakukan 4M+ yaitu menutup, menguras, mendaur ulang, memantau atau membunuh jentik, dan menghindari gigitan nyamuk.

“Pemberantasan nyamuk juga harus dilakukan bersama-sama, tidak hanya teman-teman Puskesmas. Tapi seluruh masyarakat diharapkan turun melakukan gerakan serentak yaitu pengendalian nyamuk dengan 4M+. Yang paling murah adalah pembunuhan jentik nyamuk,” ajaknya.

Tim saat melakukan fogging di tempat-tempat berpotensi nyamuk aedes aegypti. (Humas Pupuk Kaltim)

Di tempat sama, Lurah Guntung Ida Idris pun mendukung positif sinergisitas Pupuk Kaltim dalam upaya pemberantasan DBD di seluruh wilayah di kelurahan Guntung, khususnya bagi warga RT 12, 13, dan RT 14.

“Januari awal lalu sempat terjadi kasus namun langsung ditangani oleh pihak Puskesmas Bontang Utara II dan segera dilakukan fogging di wilayah tersebut,” ucapnya.

Ia menyebutkan di tingkat kelurahan pun telah melakukan berbagai upaya, misalnya melakukan kerja bakti setiap Jumat atau Minggu di RT masing-masing. “Minggu ini kita akan fokus pemberian abate dari Puskesmas Bontang Utara II. Sekaligus menggerakkan 4M+,” tutupnya. (ra/adv)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button