Bontang

Ada Dua Opsi Sumber Air Baru di Kota Ini, Apa Saja?

BONTANG – Kota Taman membutuhkan sumber air baru selain air bawah tanah atau deepwell. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni juga selalu mengingatkan masyarakat agar hemat air dan menanam pohon demi kelestarian lingkungan.

“Itulah mengapa Bunda (sapaan wali kota) ingin mempertahankan hutan Wanatirta, juga selalu mengedukasi masyarakat menggunakan air seminimal mungkin,” kata Neni saat ditemui di Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Rabu (13/3).

Kata dia, sumber air di Bontang hanya deepwell. Sementara, Bontang tak memiliki sumber air permukaan. Sungai di Bontang juga airnya seperti air parit, tidak jernih. Lebarnya pun kecil. Tetapi Pemkot Bontang selalu memikirkan tambahan sumber air baru. “Mungkin suatu saat kami lakukan desalinasi air laut,” ujarnya.

Sebelum memutuskan desalinasi, Neni berupaya membeli air bersih dari bendungan Suka Rahmat dan bendungan Marangkayu, Kukar. Saat ini, harga jual air PDAM Tirta Taman masih terbilang murah. Sebab, ada subsidi dari Pemkot Bontang.

“Dari ongkos produksi Rp 5.400 dijual hanya Rp 3 ribu. Jadi warga harus irit air. Dan beginilah kondisi Bontang,” terang dia.

Menurut Neni, sumber air dari desalinasi air laut bisa dilakukan namun butuh biaya yang mahal. Karena itu, Neni meminta masyarakat Bontang untuk menjaga lingkungan agar air bawah tanah selalu ada.

“Semakin lama memang semakin menurun air bawah tanah. Maka pertahankan dengan menanam pohon, mangrove, dan lainnya,’ imbuhnya.

Saat musim kemarau panjang seperti ini, memang Bontang terancam krisis air bersih. Apalagi, kata Neni, Kota Taman berada di garis khatulistiwa yang cuacanya tak dapat diprediksi. Namun, dituturkan Neni, saat ini memang sudah terjadi anomali musim akibat pemanasan global.

“Makanya saya selalu bilang jaga air dan hemat air. Sungai di Bontang kecil sekali, tak bisa dibuat minihydro, mikrohydro, dan lainnya,” tutupnya. (mga/dwi/k16/prokal)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Sumber
Prokal
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button