Bontang

Jalan Rusak, Pengendara Wajib Waspada

BONTANG – Kondisi Jalan Cipto Mangunkusumo dikeluhkan oleh pengendara roda dua. Pasalnya, terdapat beberapa lubang di depan pintu masuk SMP YPK. Selain itu, jalur menuju Jalan Bhayangkara pun mengalami keretakan di bagian tengah jalur.

Mita warga Lhoktuan mengatakan keadaan ini sangat membahayakan pengendara roda dua yang melintas di akses tersebut. Jika tidak hati-hati, maka dapat mengakibatkan kecelakaan.

“Kalau mau menuju Lhoktuan, posisi lubang setelah tikungan. Sehingga pengendara tidak melihat dari jauh. Jika laju maka bisa kemudi tidak stabil,” kata Mita.

Sementara di jalur lainnya, keretakan jalan dapat mengakibatkan roda kendaraan masuk di lubang tersebut. Menurutnya, bila pengemudi tidak sigap maka dapat terjatuh dari kendaraan.

Kondisi ini diperparah dengan kecepatan rata-rata tinggi pengendara lain saat melintas di jalur itu. Mita meminta kepada Pemkot Bontang untuk segera memperbaiki jalan.

“Ini supaya segera ditangani sehingga mengantisipasi jatuhnya korban kecelakaan,” pintanya.

Senada, Dwi Ratna warga Gunung Telihan sempat hampir terjatuh di lokasi jalan retak. Tepatnya, saat ia pulang kerja dari salah satu perusahaan di Kelurahan Lhoktuan. Dengan kondisi penerangan yang kurang, roda kendaraan Dwi masuk ke dalam lubang. Beruntung, kemudi langsung dapat dikendalikan.

“Saya tidak melihat di situ karena gelap. Tiba-tiba roda sudah masuk lubang. Saya ikuti lubangnya kurang lebih hingga lima meter, sampai di ujung jalan yang retak,” kata Dwi.

Ia menilai perlu langkah sigap dari Pemkot Bontang berkenaan perbaikan akses tersebut. Sehingga pengendara nyaman dan aman saat menggunakan kedua jalur Cipto Mangunkusumo.

Diketahui, perbaikan Jalan Cipto Mangunkusomo tahun ini dikucurkan Rp 2 miliar. Dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yakni Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Abd Aziz Muslimin mengatakan, pihaknya telah melakukan survei sehubungan rencana perbaikan. Hasilnya, akses tersebut masuk kategori rusak sedang.

“Dasar jalan masih kuat. Namun, Akibat dari tekanan beban yang melintas, peningkatan jalan yang dilakukan sebelumnya terkelupas. Jika tidak segera tertangani maka berpengaruh pada titik lainnya,” kata Aziz.

Saat ini, proyek ini telah masuk dalam sistem informasi rencana umum pengadaan (Sirup). Ditaksir, pekan ini sudah dapat dilelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). (ak/prokal)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Sumber
Prokal
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button