Bontang

Pedagang Masih Bebas Berjualan di Atas Trotoar

BONTANG – Pengawasan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terhadap pedagang yang berjualan di atas trotoar depan pasar sementara Rawa Indah, Jalan KS Tubun, sepertinya tumpul. Sebab, keberadaan pedagang liar tersebut masih menjamur.

Dari pantauan bontangpost.id di lokasi, Selasa (23/4/2019) sekira pukul 10.30 Wita, sejumlah pedagang masih berjualan di tepi jalan. Meskipun sudah dilakukan penertiban kali. Akan tetapi kondisinya tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Tampak berbagai pedagang terlihat berjualan secara bebas.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengan dan Perdagangan (Diskop UKMP) Bontang, Asdar Ibrahim mengatakan pengawasan tentunya terus dilakukan. Pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Tim Kota untuk mengecek langsung di lokasi.

“Akan kami komunikasikan dulu,” katanya kepada media ini via telepon selulernya.

Mantan Camat Bontang Selatan tersebut menyampaikan, setelah melakukan komunikasi, Tim Kota akan meninjau lokasi. Akan tetapi, dia mengaku belum ada jadwal untuk pertemuan tersebut dilakukan.

“Kami belum ada jadwalnya kapan. Tapi akan kami lakukan komunikasi,” tambahnya.

Selain merusak estetika kota, pedagang liar ini juga merugikan sejumlah pedagang yang berjualan di dalam pasar. Seperti dikabarkan sebelumnya, beberapa pedagang ayam potong kompak turunkan harga. Sebab, stoknya berlimpah namun pembeli menurun setiap harinya.

Pedagang daging ayam, Angga mengaku penurunan jumlah konsumen akibat maraknya lapak di pinggir jalan sekitar kawasan pasar. Pasalnya konsumen tidak perlu menuju lapak yang berada di dalam pasar. Serta tidak membayar retribusi saat memarkirkan kendaraan.

“Masalahnya, pembeli cuma di jalan saja, tidak masuk dalam pasar,” ucap Angga.

Dia menginginkan agar ada tindakan tegas dari Pemkot Bontang. Sehingga keuntungan yang didapatkan oleh pedagang lapak di dalam pasar kembali normal. Padahal, mereka yang berjualan di dalam pasar juga sudah membayar retribusi dan biaya kebersihan.

Diketahui, sesuai dengan Peraturan daerah (Perda) Bontang Nomor 7 Tahun 2012 dan Peraturan Wali Kota Nomor 21 Tahun 2016, para pedagang dilarang berjualan di badan jalan, tempat larangan parkir, pemberhentian sementara, dan trotoar. (mam)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button