Nasional

Pemerintah Tambah Empat Imunisasi Dasar

JAKARTA – Pekan Imunisasi Dunia (PID) mulaindihelat besok hingha 30 April nanti. Pemerintah mencanangkan untuk memasukkan empat imunisasi baru dalam imunisasi dasar. Hal ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Menurut UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014, anak memiliki hak untuk mendapatkan imunisasi. Orang tua, masyarakat, dan negara wajib memelihara kesehatan anak yang salah satunya dilakukan dengan memberi imunisasi.

Pemerintah menambahkan empat vaksin baru. Empat vaksin tersebit antara lain Measles and Rubella (MR), Human Papillomavirus (HPV), Japanese Encephalitis, dan Pneumococcus. ”Selama ini ada sembilan vaksin yang selama ini diberikan sebagai imunisasi dasar lengkap, yaitu difteri, polio, tetanus, campak, tuberculosis, BCG, pneumonia, hepatitis B, dan meningitis,” ujar Sekretaris Jenderal, Oscar Primadi.

Program imunisasi yang dilakukan pemerintah selama ini, menurut data Kemenkes mampu mencegah kematian sekitar 2 hingga 3 juta anak pertahun. Data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes menunjukkan sejak 2014-2016, terhitung sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya. Kenyataan ini dapat mengakibatkan anak-anak serta mereka yang tinggal di sekitarnya rentan penyakit yang dapat mengakibatkan mereka kehilangan nyawa ataupun cacat seumur hidup.

Melihat hal itu, pemerintah mengubah konsep imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap. Imunisasi itu terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan. ”Perayaan Pekan Imunisasi Dunia tahun ini menjadi pengingat bahwa vaksin sangat penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya dan ketika semua anak menerima seluruh vaksinasi mereka secara rutin sesuai jadwal,” ujar Oscar.

”Saat orang tua melindungi anak-anaknya dari berbagai penyakit berbahaya melalui imunisasi, maka mereka juga telah berkontribusi dalam melindungi anak-anak lain di sekitarnya dan melindungi masa depan Indonesia,” beber Kepala Perwakilan WHO untuk Indonesia Paranietharan. Di Indonesia sendiri, jumlah anak yang diimunisasi dalam lima tahun terakhir tidak mengalami perkembangan signifikan. Hasil riset Kesehatan Dasar 2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan cakupan status imunisasi dasar lengkap (IDL) anak usia 12-23 bulan menurun dari 59,2% di 2013 menjadi 57,9% di 2018. Artinya, dari sekitar 6 juta anak usia 12-23 bulan, hanya sekitar 2,5 juta anak yang lengkap imunisasinya. (lyn/jpg)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button