Bontang

Pleno Bontang Barat Usai, Caleg DPR RI Pendatang Baru Raup Suara Terbesar

BONTANG – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bontang Barat telah menyelesaikan pleno rekapitulasi surat suara, Minggu (28/4/2019). Setelah perekapan ini terdapat sejumlah hasil perolehan suara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang mengejutkan.

Pasalnya, calon legislatif DPR RI Partai Golkar, Rudi Masud dan Adi Darma tak terbendung menyaingi suara petahana, Hetifah Sjaifudian. Selisih keunggulan para pendatang baru tersebut begitu signifikan terhadap suara Hetifah.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, Adi Darma memperoleh sebanyak 592 suara. Disusul Rudi Masud sebanyak 565 suara, dan Hetifah Sjaifudian yakni hanya 249 suara. Mantan Wali Kota Bontang tersebut unggul di Bontang Barat.

Hasil ini muncul setelah PPK Bontang Barat merampungkan penghitungan suara dari 89 tempat pemungutan suara (TPS).

Perebutan suara secara signifikan tidak hanya terjadi di kubu Golkar, akan tetapi mantan Wali Kota Bontang 2 Periode, Sofyan Hasdam unggul di partainya Nasional Demokrat (Nasdem) dengan perolehan suara 1.966.

Angka ini sangat jauh dibanding caleg Nasdem lainnya. Suara Sofyan disusul Fika Yuliana, 190 Suara dan mantan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) 2 periode Awang Faroek Ishak dengan perolehan 189 Suara.

Sementara di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) perolehan suara mantan Wakil Wali Kota Bontang, Isro Umarghani sebanyak 2.669. Jumlah tersebut jauh mengungguli petahana PKS di DPR RI KH Aus Hidayat dengan perolehan 209 suara saja.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang, Musdalifah menyampaikan saat ini penghitungan suara dua kecamatan lainnya, yakni Bontang Utara dan Selatan masih dalam proses penyelesaian. Meski begitu, rekapitulasi akan selesai sekira dua hingga tiga hari ke depan.

“Tergantung kondisinya saja nanti bagaimana,” sebut Musdalifah.

Sebelumnya dikabarkan, rapat pleno rekapitulasi suara Kecamatan Bontang Barat kembali diundur. Pasalnya, program penginputan data pemilih yang dimiliki PPK sedang bermasalah. Saat penginputan data dilakukan, daftar pemilih tambahan (DPTb) dan daftar pemikih khusus (DPK) tak bisa sinkron. (mam)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button