Bontang

Kesenjangan Sosial Meningkat, Komisi I Sebut Pemerintah Tidak Fokus

BONTANG – Komisi I DPRD Bontang angkat suara terkait permasalahan kesenjangan sosial yang masih terjadi di Kota Taman. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang disebutkan, kesenjangan sosial antar golongan kaya dan miskin di kota ini pada periode 2017 hingga 2018 mengalami peningkatan.

Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, Ketua Komisi I, Agus Haris menyebut pemerintah tidak fokus. Artinya, Bontang yang diapit perusahaan industri besar harusnya mampu mengatasi persoalan ini. Bukan justru sebaliknya.

“Sebenarmya pemerintah tidak fokus tuntaskan kesenjangan sosial ini,” ujarnya ke bontangpost.id, Selasa (30/4/2019).

Menurutnya, untuk menyelesaikan kesenjangan sosial ada banyak cara. Salah satunya melalui program corporate social responsibility perusahaan yang ada di Bontang. Politikus Partai Gerindra tersebut menilai, upaya ini tentunya mampu menekan angka kesenjangan sosial.

“Justru terbalik jika diapit perusahaan industri lalu kesenjangan sosial meningkat,” imbuhnya.

Dirinya mendorong agar pemerintah melakukan upaya menyelesaikan kesenjangan sosial. Meski kata Agus tak mudah untuk dilaksanakan. Sebab, salah satu tugas bangsa yakni untuk menuntaskan kesenjangan sosial.

“Kemiskinan harus dituntaskan. Karena sudah menjadi tugas bangsa ini menyelesaikan kesenjangan sosial,” pintanya.

Diinformasikan sebelumnya, Kepala BPS Bontang, Srie Sis Sugianto mengatakan persentasi P1 dan P2 atau keparahan dan kedalaman kemiskinan meningkat namun tidak signifikan. Sesuai data yang dimiliki BPS saat ini, persentasi P1 2017 yakni 0,92 dan P2 0,25. Sedangkan P1 2018 yaitu 0,93 dan P2 0,26.

“Kecil saja peningkatannya. Bahkan hampir mirip,” katanya.

Lanjut dia menjelaskan, keparahan dan kedalaman kesenjangan sosial dikatakan normal jika persentasi mencapai angka nol. Srie pun menyebut kondisi  ini masih terbilang rendah ketimbang daerah lainnya.

Dikatakan Srie, Kota Taman sebagai kota industri sebagai salah satu pemicu terjadinya kesenjangan sosial. Sebab, sebagian masyarakat bekerja di dalamnya, serta ada pula yang tidak mendapatkan kesempatan.

“Akan berpengaruh. Beda dengan kondisi di desa misalnya. Jenis pekerjaannya hampir semua sama, dan setara,” pungkasnya. (mam)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button