Kaltim

Dua Tewas Tersambar Petir, Dua Lainnya Kritis

SAMBOJA–Dalam sebulan ini, sambaran petir di Kecamatan Samboja, Kukar, telah merengut lima nyawa. Rabu (1/5), empat orang yang sedang berteduh di sebuah pondok di Jalan poros Balikpapan-Samboja, di RT 8, Kelurahan Salok Api Darat, disengat petir. Dua di antaranya tewas di tempat, sedangkan dua lainnya sempat kritis.

Dua korban tewas adalah Rustam Efendi (31), warga Kelurahan Kampung Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang; dan Radit (12), warga Kecamatan Simbolo, Kabupaten Mamuju. Korban lainnya, Hajar (37), warga Kecamatan Simbolo, Kabupaten Mamuju; dan Muhammad Hasri (33) yang beralamatkan di tempat yang sama.

Keempatnya baru tiba dari Kabupaten Mamuju di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, sekitar pukul 13.00 Wita. Mereka turut membawa dua sepeda motor yang digunakan untuk perjalanan darat menuju Samarinda. Keempatnya ke Kota Tepian untuk mengunjungi sanak keluarga. Mereka memilih menempuh jalan poros Balikpapan-Handil.

Korban Hajar saat itu berboncengan dengan anaknya bernama Radit, menggunakan sepeda motor Yamaha Vino bernopol DC 3724 AO. Sedangkan Muhammad Hasri berboncengan dengan Rustam Efendi dengan mengendarai Yamaha Mio bernopol DC 2237 AM.

Hujan deras membuat perjalanan keempatnya terhenti. Juga disertai angin kencang beserta petir yang menyambar-nyambar.

Sebuah pondok di Kelurahan Salok Api Darat dipilih sebagai tempat perhentian sementara karena telanjur basah kuyup. Sekitar pukul 15.00 Wita, belum lama berteduh, sambaran petir disertai kilat tiba-tiba menyengat keempatnya. Mereka pun sempat berteriak, lantaran tak menyangka petir menyasar tubuh mereka. Dalam hitungan detik, mereka langsung lemas dan tersungkur di lantai pondok yang terbuat dari kayu.

Radit yang terbaring tampak tak lagi bergerak. Begitu juga dengan Rustam Efendi yang semula berdiri paling dekat dengan Radit. Sedangkan Muhammad Hasri sempat tersadar namun tak mampu mengeluarkan suara. Dia hanya menggerak-gerakkan kaki seolah menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya dalam posisi terlentang. Sedangkan Hajar masih tersungkur kaku dalam posisi tengkurap.

Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian. Lalu melakukan evakuasi terhadap dua korban yang masih selamat. Dengan menggunakan mobil ambulans, keduanya dilarikan ke RSUD Aji Batara Dewa Sakti (Abadi) Samboja. Proses evakuasi langsung dipimpin Kapolsek Samboja Iptu Reza Pratama.

“Dua korban sudah sadarkan diri saat tiba di rumah sakit. Sudah mulai bisa dimintai keterangan walaupun tidak banyak,” terang Reza Pratama.

Dari hasil visum luar yang dilakukan rumah sakit, korban mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh, termasuk kepala. Bahkan pada bagian kepala juga terdapat semacam luka bakar karena tersengat petir.

“Dari keterangan saksi korban yang dirawat, mereka seperti terkena setrum dengan tegangan tinggi. Saat itu juga langsung mulai kehilangan kesadaran. Saat ini belum bisa banyak dimintai keterangan karena dalam proses pemulihan,” katanya.

Korban juga menyebut, tak jauh dari lokasi terdapat cermin tikungan yang menghadap pondok tersebut. Keempatnya juga membawa ponsel, namun tidak sedang dalam posisi menelepon. “Entah ada kaitannya dengan tiang cermin tikungan atau ponsel, kami tidak tahu pasti. Tapi dugaan tersambar petir memang sangat kuat,” tambahnya.

Pihak keluarga korban pun berencana memakamkan korban di kampung halaman di Kabupaten Mamuju. Namun, saat ini masih terkendala biaya menuju Sulawesi. Selain itu, dua korban juga masih dalam pemulihan.

Seorang korban juga mengantongi kartu tanda pengenal bertulisan Komisi Pengawasan Korupsi (KPK). Namun, Reza memastikan itu bukan kartu tanda pengenal anggota KPK. “Mungkin semacam LSM atau organisasi. Makanya bukan Komisi Pemberantasan Korupsi, tapi Komisi Pengawasan Korupsi,” imbuhnya.

Peristiwa tewasnya satu keluarga karena tersambar petir juga sempat membuat geger warga Samboja. Pada Senin (8/4) pukul 20.00 Wita lalu, tiga orang tewas di bawah pohon di sebuah kebun di RT 15, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, Kukar. Ketiganya ditemukan dalam posisi kaku tidak bernyawa.

Ketiganya adalah warga Kilometer 47, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja. Yaitu, Unding (32) serta mertuanya Nurdin (57), dan Mina (47). Peristiwa tersebut bermula ketika sekitar pukul 19.00 Wita, istri korban Unding yang bernama Mariani menanyakan keberadaan orangtua serta suaminya yang belum pulang kepada saksi lain yaitu Arsyad.

Mariani saat itu curiga lantaran pohon yang biasa menjadi tempat berteduh dalam kondisi terbakar. Dia melihat dari rumah kebun miliknya yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi pohon. Lantaran curiga, Arsyad pun mendatangi pohon tersebut dan mendapati ketiganya sudah dalam posisi terbujur kaku karena tersengat petir.

Sementara itu, akademisi bidang fisika asal Universitas Mulawarman (Unmul) Aditya Rinaldy mengatakan, seseorang bisa berpeluang tersambar petir jika dalam kondisi tertentu. Misalnya, berada di daerah dataran yang lebih tinggi dan menonjol dibanding daerah lainnya.

Selain itu, ponsel yang memiliki kemampuan menangkap gelombang sinyal juga tidak menutup kemungkinan ikut menangkap gelombang sambaran petir. Sengatan listrik pada petir pun sangat tinggi sehingga bisa membuat seseorang tewas seketika.

“Memainkan ponsel saat hujan yang disertai petir memang memberikan peluang tersambar. Walaupun belum tentu juga itu penyebabnya. Sebab, ada faktor lain. Seperti lokasinya yang berada di dataran tinggi,” kata alumnus pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Meskipun sama-sama arus listrik, petir berbeda dengan listrik yang mengalir mengikuti kabel-kabel. Petir bagaikan listrik yang tak sabar menyambar apapun. Seolah ingin cepat sampai ke bumi, sehingga bisa merenggut lebih dari satu nyawa sekaligus.

Petir juga cenderung memilih tempat terbuka dengan lokasi tinggi atau terdapat sesuatu yang menonjol di atas bumi. Bisa berupa gunung, manusia, hewan, atau bangunan yang berada di atas tempat terbuka. Tegangan yang dihasilkan petir pun bisa mencapai puluhan ribu ampere. (qi/dwi/k8/kpg)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button