Kaltim

KPK OTT Hakim PN Balikpapan

BALIKPAPAN – Seorang hakim di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), dipastikan terciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejumlah barang bukti pun turut diamankan dalam operasi senyap ini.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan sejak sore tadi ada tim penindakan yang ditugaskan di Balikpapan. Dalam operasi kali ini 5 orang diamankan ke Polda setempat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“1 orang Hakim, 2 orang pengacara, 1 panitera muda dan 1 swasta,” ujar Febri melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (3/5) malam.

KPK mengamankan mereka setelah mendapatkan Informasi akan terjadinya transaksi pemberian uang pada hakim tersebut. Belakangan diketahui hakim tersebut tengah bertugas mengadili sebuah perkara pidana di Pengadilan Negeri Balikpapan.

“Setelah kami cek di lapangan dan ada bukti-bukti awal, maka sejumlah tindakan dilakukan,” lanjut Febri.Dalam operasi kali ini petugas mengamankan sejumlah uang senilai Rp 100 juta. Diduga uang ini digunakan untuk mahar, supaya hakim membebaskan terdakwa dalam penipuan.

Ada uang yang diamankan dalam perkara ini yang diduga merupakan bagian dari permintaan sebelumnya jika dapat membebaskan terdakwa dari ancaman pidana, dalam dakwaan kasus penipuan terkait dokumen tanah,” pungkas Febri.

Sementara, Yohanes Maroko, pengacara yang sehari-harinya beracara di PN Balikpapan, turut membenarkan jika KPK telah menggelar OTT di salah satu ruangan di Pengadilan Negeri Balikpapan.

“Ya, informasi yang saya terima dari teman-teman ada KPK tadi siang di sana (PN Balikpapan),” katanya kepada media ini, Jumat malam.

Yohanes membeberkan, ada lima orang yang telah diamankan KPK. Namun dia mengaku belum mengetahui pasti identitas kelima orang tersebut.

“Enggak tahu saya nama-namanya, saya pas di Polda (Kaltim) saat itu. Yang saya tahu salah satu hakim,” bebernya.

Informasi yang dihimpun, hakim yang terjaring OTT itu berinisial KY. Dia tercatat beberapa kali ditunjuk sebagai ketua majelis hakim. Salah satunya dalam persidangan kasus pencemaran lingkungan di Teluk Balikpapan. Dengan terdakwa nakhoda kapa MV Ever Judger, Zhang Jeyi, yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan denda 15 miliar. (sur/prokal/jpnn)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button