Breaking News

Oknum Dokter Harus Disanksi Tegas 

 

Soal Keluhan Kinerja Dokter Spesialis di RSUD Kudungga

SANGATTA – Pimpinan rumah sakit RS Kudungga diminta memberikan sanksi tegas terhadap oknum dokter spesialis yang kerap datang terlambat.  Hal ini disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kutim Uce Prasetyo.

“Pemimpin harus berani mengambil kebijakan. Selain tegas juga harus bijak,” kata Uce kepada Sangatta Post, Jumat (11/2) kemarin.

Soal pelarangan terhadap dokter spesialis berstatus PNS untuk bekerja di luar rumah sakit milik Pemkab, kata dia, tidak mungkin dilakukan. Pasalnya, sesuai aturan mereka boleh melakukan hal tersebut, sepanjang tidak mengganggu jam kerja sebagai PNS.

“Biasanya yang seperti ini hanya oknum. Sebab itu, harus diberikan sanksi susai aturan, samakan dengan status PNS yang lain,” tuturnya.

Baca Juga:  Selangkah Lagi Sidrap Masuk Bontang

Adanya oknum dokter spesialis yang kinerjanya disorot, salah satu faktornya adalah komunikasi di internal rumah sakit. Jika komunikasi berjalan baik, dia menilai keluhan tidak akan timbul.

“Harusnya ada komunikasi, dokter spesialis biasanya tidak satu orang di satu bidang. Makanya, antara dokter yang satu dengan yang lain bisa komunikasi, kalau ada halangan, saling mem-back up. Intinya jangan kakulah, biar masyarakat tetap terlayani, jangan sampai mengantre lama,” kata dia.

Menurut Uce, sejauh ini dia belum menerima laporan langsung terkait pelayanan di rumah sakit, khususnya oknum dokter yang sering terlambat. Akan tetapi dia pernah melihat keluhan tersebut disampaikan masyarakat melalui media sosial.

“Kalau secara pribadi langsung ke saya memang belum,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sembilan Jam Pencarian, Buaya Gagal Ditangkap

Dia berharap baik manajemen RSUD segera melakukan evaluasi terkait persoalan ini. Sehingga pelayanan ke masyarakat kembali maksimal.

“Seperti yang saya tekankan, berikan sanksi tegas dan bijak. Karena memang harus diakui bahwa untuk menarik dokter spesialis mau bekerja sebagai PNS tidak mudah,” katanya.

Sebelumya, Direktur RSUD Kudungga, Anik Asyanti, membenarkan jika ada keluhan mengenai oknum dokter PNS yang kerap terlambat. Meskipun  yang berbuat hanya onkum, berimbas kepada semua dokter. Kondisi tersebut tentu berdampak buruk pada rumah sakit.

“Satu, dua yang berbuat, jadi kena semua,” ujar Anik.

Dirinya juga membantah jika semua dokter tidak bekerja secara maksimal. Karena setahunya, hanya oknum tertentu saja yang berbuat demikian. Itupun, tidak separah yang dipikirkan. Karena, tidak setiap waktu ditemukan dokter mengabaikan tugasnya dalam bekerja. “Ada memang terlambat, tetapi sekali-kali saja. Itu juga karena banyaknya pasien rawat inap,” katanya.

Baca Juga:  Ikut UBNK, 7 SMK Numpang

Meskipun begitu, pihaknya tetap bertanggung jawab atas keluhan masyarakat. Karenanya, dirinya selaku pimpinan langsung memberikan teguran secara persuasif kepada semua dokter yang bekerja di RSUD. Teguran tersebut tak lain untuk membangun dan pembenahan diri demi menjaga nama baik dokter dan tentunya rumah sakit itu sendiri.

“Sudah kami beritahu mereka. Berikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik mungkin, dan nilai profesional dikedepankan. Kami minta pula semua dokter untuk datang lebih pagi. Intinya  jangan molor lagi. Jam sembilan sudah ada. Karena daftar poli jam delapan,” pintanya. (hd)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close