Bontang

Sarana Sekolah Rusak Akibat Banjir, Kerugian Capai Rp 200 Juta

BONTANG – Musibah banjir sehari sebelum Lebaran masih menyimpan luka bagi warga Bontang. Termasuk, instansi sekolah yang terdampak musibah tersebut. Salah satunya yang menimpa SMAN 2 Bontang.

Kepala SMAN 2 Bontang Siti Sumariah mengatakan, akibat banjir beberapa perlengkapan mengajar mengalami kerusakan. Di antaranya, perangkat komputer yang ada di laboratorium bahasa dan multimedia.

“Total ada 46 perangkat CPU yang terendam air. Rinciannya, 21 unit di laboratorium multimedia dan 25 unit di laboratorium bahasa,” kata Sumariyah.

Selain itu, empat stavol dan 28 monitor juga terkena imbas. Belum lagi, jaringan internet dipastikan membutuhkan pergantian. Sebab, posisinya berada di atas lantai ruangan laboratorium.

Sarana sekolah yang rusak lainnya yakni meja komputer, lemari penyimpan bahan kimia di laboratorium kimia, kompresor air conditioner, mesin fotokopi, dan alat pengukur badan digital. Bahkan, perlengkapan seragam batik untuk calon siswa baru pun basah. Sumariyah menaksir total kerugian mencapai Rp 300 juta.

Dijelaskan dia, air masuk menggenangi lingkungan sekolah sejak pukul 14.00 Wita pada 4 Juni silam. Ketinggian air kian bertambah hingga sekira 50 sentimeter. Saat itu, tidak ada proses kegiatan belajar mengajar. Pasalnya, bertepatan dengan libur sekolah.

“Jadi kondisi pintu masuk saat itu sudah tidak bisa digunakan. Sebab, akses sudah ditutup akibat genangan. Sehingga penjaga sekolah harus lewat pintu yang berbatasan langsung dengan Bandara PT Badak LNG untuk memutus aliran listrik,” ucap dia.

Di samping tiga laboratorium, air juga menggenangi ruang pentas seni, unit kesehatan sekolah (UKS), musala, dan koperasi. Sumariyah menuturkan ia bakal segera membuat laporan daftar kerusakan barang. Laporan tersebut akan dikirim ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.

“Sebab wewenang untuk jenjang SMA saat ini diambilalih oleh provinsi,” terangnya.

Ia berharap agar tiga laboratorium dan ruang kesenian dibongkar bangunannya. Karena, kontruksi bangunan saat ini rendah sehingga rawan banjir. Selanjutnya keempat ruangan itu dibuat bangunan baru. Dengan bentuk dua lantai.

“Jadi bawah bisa digunakan ruang kesenian dan laboratorium kimia. Sementara yang menggunakan perangkat komputer seperti laboratorium bahasa dan multimedia di lantai atas,” pintanya.

Proses pembersihan ruangan sebagian sudah dilakukan oleh pihak guru dan alumni sekolah. (ak/prokal)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button