BontangBreaking News

Warga Was Was, Air di Daerah Ini Mulai Naik

BONTANG – Hujan yang mengguyur Bontang sejak Minggu (16/6/2019) malam membuat sebagian wilayah di Kota Taman ini kembali tergenang air. Salah satunya di Kelurahan Guntung.

Dari pantauan Bontangpost.id, air mulai naik sejak tadi pagi, menggenangi jalan-jalan sekitar RT 11. Saat berita ini diturunkan, beberapa rumah warga sudah mulai kemasukan air. “Dari tadi pagi, pas saya mau berangkat kerja sudah naik di Posyandu,” ungkap Nasran, salah satu warga.

Sementara warga RT 16 Kelurahan Guntung, Amir Rosyid mengatakan air perlahan naik di Jalan Tari Gong Gang 2 RT 16 sekitar pukul 17.00 Wita, dan kini sudah masuk ke teras rumahnya.  Dia memperkirakan air ini akan semakin tinggi. “Agak lambat naiknya ini daripada yang kemarin,” ucapnya.

Dia menceritakan, sebelumnya rumahnya juga sudah pernah tergenang banjir dengan ketinggian sekitar pinggang orang dewasa. Sehingga dia beserta keluarganya mengungsi ke tempat lebih aman. “Kalau kemarin banjirnya lewat pagar rumah ini,” ujarnya sambil menunjukkan bekas banjir.

Dia meminta agar dua sungai di wilayahnya itu, Sungai Guntung dan Sungai Kanibungan agar secepatnya di normalisasi. Pasalnya, diduga hal itu yang menyebabkan daerah yang berada di Kecamatan Bontang Utara itu tergenang. “Excavator-nya sudah ada tapi belum dikeruk, mungkin karena air naik ini,” ucapnya.

Akibat semakin tingginya banjir, PLN memadamkan listrik di wilayah Guntung demi keamanan.

Permukaan air sungai di belakang X-Toys mulai naik. (Rera/Bontangpost.id)

Sementara itu dari pantauan media ini, air juga sudah mulai menggenangi jalan di wilayah turunan Polres tepatnya Jalan Imam Bonjol. Sehingga aparat pun menutup jalur tersebut sekitar pukul 17.00 Wita. Sedangkan di sungai belakang toko X-Toys, air terlihat mulai tinggi. (Zaenul)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button