Bontang

BPBD Butuh Penambahan Perahu Karet

BONTANG – Minimnya perahu karet yang digunakan mengevakuasi warga kala banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan mengusulkan pengadaan perahu karet.

Sejatinya, dalam menunjang kinerja terdapat lima unit, namun saat ini BPBD hanya memiliki satu unit perahu karet kapasitas delapan orang. Itu pun dipinjam dari BPBD Provinsi Kaltim, 2016 silam

“Tidak seimbang dengan peralatan kami. Terutama perahu karet,” jelas kepala BPBD Ahmad Yani kepada awak media.

Kala banjir tiba, satu unit perahu karet itu harus melintasi kelurahan bahkan kecamatan. Untuk digunakan evakuasi warga. Hal ini tentu membuat petugas kewalahan dalam menjalankan tugasnya.

“Setelah dipakai di Guntung misalnya, harus dibawa lagi ke Api-Api. Jadi masih sangat kurang perahunya,” sebutnya.

Selain lima unit untuk BPBD, Yani menyebut setidaknya setiap kelurahan yang menjadi langganan banjir juga memiliki dua perahu karet. Sehingga tidak kesulitan dalam melakukan evakuasi warga.

“Seperti Guntung dan Gunung Telihan itu harusnya 2 sampai 3 unit. Kami siap melatih petugas perahu karetnya,” jelas Yani.

Keberadaan perahu karet sendiri sangatlah penting, terutama saat penyelamatan atau evakuasi korban banjir serrta barang-barang berharga milik warga.

Akhir 2018 silam, BPBD Bontang sempat mengajukan proposal pengadaan perahu karet kepada empat perusahaan besar di Kota Taman. Namun hingga kini belum ada kabar maupun balasan atas proposal ini.

“Tak satupun ada tanggapan dari perusahaan itu. Padahal, saya kira tidak terlalu mahal itu perahu karet tanpa mesin,” tuturnya.

Melalui rapat koordinasi penanggulangan bencana daerah khususnya banjir, bersama sejumlah dinas lainnya, Selasa (18/6/2019), diharapkan dapat menemukan hasil yang baik.

“Rapat ini, kami menghimpun kebutuhan setiap kelurahan saat banjir. Baik pengadaan dapur umum dan perahu karet,” tambah Pj Setda Bontang, Agus Amir. (Arsyad Mustar)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button