Bontang

Bendali Suka Rahmat Dinilai Mendesak

Pansus Usulkan Pemkot “Titip” Anggaran ke Provinsi

BONTANG – Bendungan pengendali (bendali) Suka Rahmat menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi banjir Bontang. Namun, pembangunannya butuh waktu lama, berkisar 4 tahunan, meskipun sudah masuk dalam RPJMD Gubernur Kaltim Isran-Hadi.

Mantan Ketua Pansus Banjir DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang menyebut pembangunan bendungan Suka Rahmat dinilai mendesak. Jika Pemerintah Provinsi Kaltim lamban mengurusnya, maka ia menyarankan Pemkot Bontang membantu percepatan pembangunan bendali Suka Rahmat di wilayah Kutai Timur (Kutim). BW, sapaan akrabnya meminta Pemkot Bontang memberikan suntikan dana atau menitipkan anggaran ke Provinsi Kaltim agar pembangunan bendali Suka Rahmat bisa dipercepat.

“Seperti halnya pemkot memberi anggaran bagi guru swasta SMA se-Kota Bontang yang seyogianya sudah menjadi urusan Provinsi Kaltim,” kata BW, beberapa waktu lalu.

Selain mengusulkan titipan anggaran ke provinsi, BW juga meminta Pemkot untuk segera melakukan kajian induk sesuai rekomendasi Pansus Banjir yang diserahkan Januari 2019 lalu. Nantinya, hasil kajian induk akan efektif untuk penanggulangan banjir di setiap OPD terkait agar saling bersinergi. Ia menyebut, eksekutif dan legislatif harus berpegangan tangan menanggulangi banjir.

“Jangan saling menyalahkan. Rekomendasi dari kami sebaiknya segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyatakan jangankan memberi bantuan anggaran, pembebasan lahan saja belum dilakukan pemerintah provinsi. Apalagi, luas lahannya mencapai 100 hektar. “Pembebasan lahan itu kewenangan provinsi, bukan Bontang, karena masuk wilayah Kutim, kalau kami yang bebasin masuk penjara semua,” terang Neni.

Disinggung anggaran untuk pembebasan lahan, Neni tak bisa memprediksi sebab, bukan berada di wilayahnya. Dengan masuknya rencana pembangunan bendali Suka Rahmat, diharapkan bisa menjadi prioritas dari provinsi. Neni pun harus lebih intens melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi. “Pemprov seharusnya komitmen dengan masalah penanganan banjir Bontang ini,” ungkapnya.

Neni mengharapkan, ketika terjadi hujan deras, baik di hulu, maupun di Bontang tidak lagi menimbulkan bencana banjir bagi warganya.(mga)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Sumber
Prokal
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button