Bontang

Perampok di BTN PKT Indekos di Depan Rumah Korban

BONTANG – Tertinggalnya barang-barang milik Muhamad Taufik Eriyandi menjadi titik terang bagi Polres Bontang mengungkap kasus perampokan di Perumahan BTN PKT, 8 Juli 2019 lalu. Saat kabur dari lokasi kejadian, di Blok F, SIM A tersangka didapati berada di rumah korban. Termasuk pula jaket hitam, dan ransel abu-abu kombinasi hitam.

Bahkan, pisau yang digunakan untuk mengancam korban, Bela Indi Sulistyo juga tertinggal. Belakangan, pisau itu diakui oleh rekan kerja tersangka merupakan milik perusahaan tempat dia bekerja.

Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti melalui Kasubag Humas Polres Bontang Iptu Suyono mengatakan, barang bukti itu juga diakui keluarga tersangka merupakan milik Erik.

Baca juga: Pagi Hari, Perampok Beraksi di BTN PKT

Baca juga: Tersangka Perampokan di BTN PKT Ditetapakan, Ini Wajahnya

“Semua keterangan dicocokkan dengan hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) Inafis Polres Bontang. Ada lima saksi yang kami periksa, termasuk kakak korban, ” jelasnya kepada awak media, Senin (15/7/2019).

Dia menyampaikan, saat ini aparat terus melakukan pengejaran terhadap tersangka yang kabur menggunakan mobil korban, Toyota Avanza Grand Luxury warna abu-abu metalik B 1564 KRE. Bahkan, Suyono meminta kerja sama masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat pelaku. “Kami akan tunjukkan foto pelaku. Agar mudah diketahui. Sementara masih dalam pengejaran,” terangnya.

Petugas dari Inafis Polres Bontang membawa barang bukti dari rumah korban. Termasuk tas yang diduga milik tersangka. (Edwin)

Suyono mengungkapkan, tersangka selama ini memang sudah mengetahui aktivitas korban. Mengingat, dalam sebulan terakhir, Erik indekos di depan rumah Bela. Indekos sejak awal tampaknya sudah dicurigai polisi. Saat melakukan olah TKP, tampak petugas mendatangi rumah itu.

Mobil korban sendiri telah ditemukan di Kilometer 56 jalan poros Balikpapan-Samarinda dengan kondisi bagian depan dan samping kanan penyok.

Bontangpost.id sempat mendatangi rumah Erik seperti yang tertera di SIM A. Dia tercatat tinggal di Jalan Selat Rote, RT 33, Kelurahan Tanjung Laut. Awak media ini menjumpai Idris, kakek pria 32 tahun itu. Idris menuturkan, di mata keluarga tersangka dikenal tak tidak memiliki banyak masalah. Beberapa kali tersangka kerap berpindah kerja.

“Terakhir saya liat waktu Idulfitri. Jarang memang dia (tersangka) pulang ke sini,” ucapnya kepada bontangpost.id, Selasa (9/7/2019). (Arsyad Mustar)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button