Bontang

Disdamkartan Ingin Dilibatkan dalam Tim Perizinan

BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelalamatan (Disdamkartan) Bontang menginginkan agar dilibatkan dalam pengurusan perizinan bangunan. Hal ini agar suatu bangunan dapat memiliki rekomendasi jaringan proteksi kebakaran sebelum dibangun.

Inspektur Kebakaran Disdamkartan Bontang, Nyoto Siswoyo mengatakan pihaknya merasa kesulitan dan terlambat, jika gedung telah berdiri namun baru dilakukan pemeriksaan terkait alat pencegah kebakarannya. Sehingga jika ada kekurangan, pihaknya tidak dapat berbuat banyak. Karena tidak mungkin diperintahkan untuk dibongkar. “Kami pengin masuk dalam tim pengurusan izin,” ungkapnya saat ditemui di sela sidak ke Happy Puppy.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang, agar dapat masuk dalam tim tersebut. “Kalau urus bangunan ke PU (Pekerjaan Umum), ke DLH (Dinas Lingkungan Hidup) urus amdal, ke Disdamkartan mengurus proteksi kebakarannya,” ucapnya.

Ditambahkan Inspektur Kebakaran Disdamkartan, Rudi Kuncoro, ke depannya jika pihaknya telah masuk dalam tim, setiap investor yang ingin membangun gedung dapat membawa denah bangunan yang telah ditunjukkan titik alat pemadam api ringan (APAR), alat pendeteksi hit smoke, dan jalur evakuasinya. “Jadi saat sudah lengkap IMB (Izin Mendirikan Bangunan) sudah bisa keluar (rekomendasinya), jika belum IMB tidak bisa keluar,” ucapnya.

Hal ini dirasa perlu, pasalnya menyangkut dengan keselamatan orang banyak dan aset dari suatu perusahaan atau perorangan. Selain itu, hal ini merupakan bentuk memberikan rasa aman. Lantaran, investor akan masuk ke Bontang mempertimbangkan keamanannya terlebih dahulu. “Karena kebakaran ini salah satu indikator bahwa kota aman,” katanya. (Zaenul)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button