Bontang

Sabu Senilai Rp 1 Miliar Dimusnahkan, Kejari Bontang Tangani 83 Perkara Inkrah Tahun Ini

BONTANG – Sebanyak 605,44 gram sabu yang merupakan barang bukti perkara tindak pidana umum dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang, Rabu (17/7/2019). Dalam rangka menyambut hari Adhyaksa, pemusnahan barang bukti tersebut dilangsungkan di halaman kantor Kejari Bontang, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru.

Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, yang hadir dalam kegiatan ini menuturkan, salah satu penyebab timbulnya tindak kejahatan dan kriminal, tentu berpengaruh besar adanya narkotika. Dia menyebut, masa depan bangsa akan rusak dengan hadirnya narkotika di tengah masyarakat. Ini tentu menjadi perhatian pemerintah agar selalu aktif dalam memberantas narkotika.

“Kami apresiasi kegiatan ini. Sebagai upaya dalam memberantas peredaran narkoba dan menindak para pengedar dengan hukuman berat,” jelasnya.

Selain sabu, beberapa barang bukti lainnya turut dimusnahkan. Di antaranya double L sebanyak 52 butir, 21 buah alat hisap atau bong, timbangan digital 8 unit, handphone 15 unit, korek api sebanyak 21, plastik klip 35, tiga senjata tajam sejenis badik, dan miras 10 botol.

Sementara itu, Kajari Bontang Agus Kurniawan mengatakan, setidaknya periode Januari hingga Juli 2019, pihaknya menangani sebanyak 83 perkara yang sudah inkrah.

“Biasanya kami lakukan pemusnahan 4 atau 6 bulan sekali. Ini menghindari penumpukan barang bukti yang ditangani Kejari Bontang,” jelasnya.

Dalam pemusnahan tersebut juga turut dihadiri Ketua DPRD Bontang Nursalam, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Bontang. Mereka bersama melakukan pemusnahan barang bukti.

Untuk sabu dimusnahkan dengan cara diblender. Sementara barang bukti lainnya dimasukkan ke dalam drum bekas lalu dibakar. Diketahui, ratusan gram sabu tersebut jika dirupiahkan mencapai Rp 1 miliar. (Arsyad Mustar)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button