Pemkot Bontang

Dilepas ke Tanah Suci, Ini Pesan Neni untuk 145 CJH

BONTANG – Kawasan Pendopo Wali Kota Bontang seketika padat merayap, Sabtu (20/7/2019) lalu. Dinas Perhubungan sampai harus mengalihkan kendaraan yang hendak masuk ke Jalan Awang Long. Kepadatan ini bukan tanpa alasan. Mereka adalah keluarga dari para calon jemaah haji (CJH) yang diberangkatkan oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota (Wawali) Basri Rase.

Dalam pesannya kepada CJH, Neni mengingatkan agar mereka terus menjaga kesehatan. Dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Serta selalu khusyuk dalam menjalani rangkaian ibadah haji. “Hindari minum es, karena bisa menyebabkan batuk, serta jangan lupa bawa masker,” pesannya.

Mantan anggota DPR RI ini mendoakan, agar seluruh jemaah nantinya dapat kembali ke pangkuan keluarganya di Bontang dengan kondisi yang sehat. Dan meraih predikat haji yang mabrur.

Baca Juga:  HEBAT!!! Bontang Masuk 10 Kota Terbaik

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bontang Sulaiman, menyebutkan CJH yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini sebanyak 157 orang yang dibagi dalam dua kloter. Kloter pertama yang berangkat sebanyak 145 orang. Sedangkan sisanya, 12 CJH akan berangkat sekira 15 Agustus mendatang. “Sebenarnya ada 159 orang, cuman dua orang minta mutasi keluar daerah,” ujarnya.

Dijelaskannya, kloter kedua tersebut merupakan jemaah tambahan. Pasalnya beberapa waktu lalu, Indonesia mendapatkan kuota tambahan sebesar seribu orang. Dari kuota tambahan tersebut, Bontang mendapatkan tambahan 14 orang. “Makanya jadi dua kloter,” katanya.

Para CJH ini akan diberangkatkan ke Balikpapan menuju Asrama Haji. Selanjutnya Senin baru akan berangkat menuju Arab Saudi melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. “Setiap pemberangkatan kloter akan didampingi petugas, antara lain ketua kloter 1, pembimbing ibadah 1, dan petugas kesehatan 3 orang,” ucapnya.

Baca Juga:  Wujudkan Masyarakat Sehat, Pemkot Komitmen Setop BABS

Mengingat cuaca di Arab Saudi panasnya mencapai sekitar 40 – 50 derajat, dia berpesan agar mengkonsumsi air minum yang banyak agar tidak dehidrasi. Tidak melakukan aktivitas yang tidak perlu. “Saat manasik sudah diingatkan jangan kekurangan air, harus selalu bawa air mineral, jangan memaksakan diri keluar kecuali untuk Ibadah,” pesannya.(Zaenul/adv)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close