Bontang

RSUD Turun Kelas, Warga Dapat Langsung Dirujuk dari Puskesmas

BONTANG – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menurunkan kelas ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia. Salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang. Rumah sakit pelat merah milik daerah ini harus rela turun kelas, dari tipe B ke tipe C. Hal ini berdasarkan surat rekomendasi hasil penyesuaian kelas rumah sakit, nomor HK.04.01/1/2963/2019. Praktis, Kota Taman kini tak memiliki rumah sakit tipe B.

Plt Direktur Utama RSUD Taman Husada Bontang, dr I Gusti Made Suhardika menyebut, turunnya kelas disebabkan kurangnya dokter subspesialis yang dimiliki rumah sakit. Dalam regulasi baru yang dikeluarkan Kemenkes RI, rumah sakit tipe B wajib memiliki minimal dua dokter subspesialis. Sementara, dua dokter yang dimiliki masih menempuh pendidikan. Yakni subspesialis bedah ongkologi dan penyakit dalam hepatologi. “Satu sekolah di makassar dan satu di Universitas Gadjah Mada,” paparnya kepada Bontangpost.id, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Kasus ISPA Belum Capai Pola Maksimal

Agar rumah sakit tersebut kembali ke kelasnya, pihaknya tengah mencari dokter subspesialis. Sembari menunggu dua dokter yang akan usai masa kuliahnya sekitar dua tahun lagi. “Tapi sulit kayaknya mas, karena jarang dokter yang mau ke daerah,” katanya.

Penurunan kelas rumah sakit ini menimbulkan keuntungan dan kerugian tersendiri. Kata Gusti, kerugian yang didapat yakni RSUD akan mendapat biaya klaim yang lebih rendah dari tipe B. Sedangkan dampak positifnya, masyarakat lebih diuntungkan karena pasien dari fasilitas kesehatan (Faskes) I seperti Puskesmas dapat langsung dirujuk ke RSUD. “Dipastikan seperti dulu lagi, antrean penuh sampai ada yang berdiri. Itu yang kasihan pasien,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi membludaknya pasien, RSUD tengah membangun poli di atas lahan parkir. Rencananya, gedung tersebut akan setinggi lima lantai. Selain RSUD Taman Husada, salah satu rumah sakit di Bontang yang juga turun kelas yakni RS LNG Badak. Rumah sakit swasta ini turun peringkat dari tipe D ke tipe D minus. Sementara di Samarinda, ada beberapa rumah sakit. Salah satunya RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS). Sedangkan untuk jumlah keseluruhan di Indonesia ada sebanyak 615 rumah sakit yang turun kelas. (Zaenul)

Baca Juga:  Astaga! Bocah 4 Tahun Tewas setelah Menenggak Pembersih Alumunium
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close