BontangFeature

Cerita Kompas Bontang Rakit Alat Pendeteksi Ketinggian Air Sungai

Banjir besar yang melanda Bontang beberapa pekan silam menyisakan hikmah bagi sekelompok orang. Para pemuda yang mengatasnamakan Komunitas Pemantau Air Sungai (Kompas) Bontang berinovasi dengan merakit alat pendeteksi ketinggian air sungai.

HARI-hari mereka kini disibukkan dengan rakit-merakit. Beberapa perlengkapan seperti sensor, controller, frame support, dan power supply dirangkai menjadi satu alat bernama Automatic Water Level Recorder (AWLR). Alat ini, diklaim dapat mencatat level air di sungai tempat alat ini dipasang.

Cara kerjanya pun sederhana. Sensor yang terpasang di alat ini akan mencatat level air di sungai tempat AWLR terpasang. Nantinya, data yang ditangkap atau dicatat sensor tersebut, diolah oleh perangkat controller untuk dikirim ke website.

“Ketika nanti hujan di daerah sekitar atau di Kota Bontang terjadi, warga tak perlu lagi was-was soal ketinggian air sungai. Mereka dapat mengakses berapa ketinggian air terkini di https://awlr.ketoprakdjawir.com,” ucap Ketua Kompas Bontang Willy Permadi, didampingi bidang IT Rendra.

Dalam web tersebut, level air akan tergambar dalam dua jenis yaitu grafik dan speedometer. Dijelaskannya, untuk speedometer ini ketinggian air akan ditunjukkan dalam sebuah jarum. Jika menunjukkan warna hijau menandakan aman, kuning hati-hati, merah berarti ketinggian air lebih dari batas normal.

“Bahkan akan muncul peringatan kalau level air sudah dalam kondisi mengkhawatirkan,” paparnya.

Inisiasi ini timbul lantaran melihat penderitaan warga yang rumahnya terendam banjir, dan kegelisahan warga yang menanti informasi kapan air akan turun atau kembali meninggi. Willy pun terketuk hatinya untuk membantu masyarakat dengan mengembangkan alat pendeteksi ketinggian air. Sehingga dia mengajak warga yang sejalan dengannya untuk bergabung membuat alat ini.

“Jadi warga nanti dapat mengetahui ketinggian air dan menghindari informasi hoaks tentang banjir ini,” akunya.

Ke depannya, alat tersebut tidak hanya mengukur ketinggian air. Pihaknya tengah mengembangkannya agar dapat mengukur kecepatan air dan volumenya. Sehingga nantinya warga dapat mengetahui waktu tempuh air dan besarnya air yang mengalir dari hulu hingga muara itu. Untuk mencapai itu, pihaknya tengah mengkaji bentangan dan ketinggian sungai.

Item yang sekarang itu sudah ready, tinggal memasukkan item itu saja,” jelasnya.

Selain itu, akan ada pendirian AWLR di 8 titik yang dinilai rawan banjir. Di antaranya pintu air Kanaan, daerah sungai HOP, kawasan X-Toys, dan muara Bontang Kuala. “Saat ini tengah pabrikasi 3 unit, jadi pertengahan bulan akan dibangun 4 lagi,” ucapnya.

Namun untuk penambahan sistem itu, pihaknya kekurangan dana. Untuk penambahan alat di antaranya baterai VRLA 12 Volt 6 unit, low impedance cable 30 meter, kawat las, dan outdoor box panel ukuran 40x30x20. “Sumbangannya bisa berupa barang atau uang,” katanya. (Zaenul)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button