Bontang

Dua Rusunawa Dikucur Rp 2,4 Miliar

BONTANG – Penambahan prasarana bangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) kembali dilakukan oleh Pemkot Bontang. Kali ini untuk Rusunawa Loktuan dan Guntung. Tak tanggung-tanggung total anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 2,4 miliar.

Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Bontang Maksi Dwiyanto mengatakan, pengerjaan infrastruktur ini bersumber dari APBD 2019 Bontang. Seluruhnya bukan menyasar perbaikan bangunan rusunawa.

“Kapasitas Pemkot Bontang hanya menambah sarana dan prasarana rusunawa. Kalau perbaikan seperti atap bangunan rusunawa yang bocor itu bukan ranah kami,” kata Maksi.

Nantinya, penanganan fisik bangunan bersumber APBN. Teknis pengerjaannya diserahkan kepada satuan kerja (Satker) Pemprov Kaltim. Saat ini kedua rusunawa ini masih dalam masa pemeliharaan. Hingga proses revitalisasi bangunan kelar.

Ia merincikan untuk Rusunawa Loktuan dianggarkan Rp 1,1 miliar. Anggaran ini diperuntukkan untuk pengerjaan lanjutan turap yang berada di sisi belakang bangunan rusunawa. Tujuan dibangun turap untuk mencegah terjadinya longsor. Sehingga menimpa permukiman warga yang tak jauh dari rusunawa.

Sebelumnya kucuran anggaran untuk penurapan ini telah dikucurkan tahun lalu. Totalnya mencapai Rp 1,2 miliar. Dijelaskannya, anggaran tersebut belum mencukupi untuk penurapan secara keseluruhan.

“Anggarannya terbatas waktu itu. Jadi sebatasnya dapat dulu untuk penanganan tahap awal. Sehingga ditingkatkan lagi tahun ini, supaya bisa leveling halaman,” ucapnya.

Sementara untuk Rusunawa Guntung dikucurkan Rp 1,3 miliar. Besaran ini digunakan untuk pembuatan taman, pagar, dan musala. Sarana pendukung ini dibutuhkan agar penghuni kelak menjadi nyaman.

Proyeksinya, Rusunawa Loktuan diperuntukkan bagi penghuni yang sudah berumah tangga. Tentunya dengan biaya penghasilan yang dipandang cukup. Pasalnya, fasilitas di rusunawa yang terletak di Jalan Slamet Riyadi sangatlah lengkap. Mulai dari ranjang, lemari pakaian, meja, dan kursi.

Diprediksi tarif sewa untuk lantai dasar berkisar Rp 750 ribu per bulan. Harga semakin lebih murah jika mengambil kamar di lantai atasnya. Sedangkan tarif sewa hunian Rusunawa Guntung lebih murah.

Usulan dari DPKPP untuk lantai dasar dipasang tarif sekitar Rp 550 ribu. Sebab, di rusunawa ini konsep dapur bersifat komunal. Terletak di sudut bangunan secara bersama-sama.

“Rusunawa Guntung ini diperuntukkan bagi pekerja,” terang dia.

Maksi berharap proses revitalisasi kedua bangunan dapat selesai tahun ini. Sehingga akhir tahun dapat dilakukan penghunian. Saat ini proses pendaftaran calon penghuni masih dibuka.

Sebelum penghunian, DPKPP bakal melakukan registrasi ulang. Pada tahapan ini, untuk calon penghuni Rusunawa Loktuan dituntut menyerahkan bukti penghasilan.

“Tentunya kami prioritaskan calon penghuni ialah yang betul-betul tidak memiliki rumah. Nanti ada survei dari petugas kami untuk memastikan calon penghuni,” pungkasnya. (ak/prokal)

Apa Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Sumber
Prokal
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close