BontangFeature

Mantan Mustahik Zakat, Siap Maju di Pilkada Bontang

Intim dengan Muhammad Irfan, Wakil Rakyat di DPRD Bontang

Pernah menjadi mustahik, tidak membuatnya menjadi pesimis. Sebaliknya, itu dijadikan sebagai cambukan. Untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Tak lagi terus-terusan termasuk dalam mustahik lembaga pemberian zakat.

MUHAMMAD Irfan terlihat gagah dengan setelan jas dan celana bahan. Senyumnya tersungging. Per 15 Agustus 2019, dia resmi menjadi anggota DPRD Bontang. Berkat capaian suara tertinggi dari Partai PAN di daerah pemilihan 3 dalam Pileg 2019.

Sebelum terjun ke dunia politik, Irfan merupakan pengusaha sukses. Dia memiliki sejumlah perusahaan. Proyeknya tidak hanya seputaran Bontang. Bahkan sampai ke mancanegara. Melalui bendera Japan Gasoline Corporation (JGC).

Irfan memang sudah tidak asing dengan Jepang. Dia pernah 12 tahun tinggal dan mencari nafkah di Negeri Matahari Terbit. Itu diraihnya setelah mengikuti pelatihan dan melalui seleksi ketat. Tidak heran jika dia merasa kesal jika tenaga kerja lokal Bontang dipandang sebelah mata. “Saya dulu harus bersaing dengan lulusan kampus ternama, tapi Alhamdulillah bisa lolos,” tuturnya.

Setelah menjadi legislator, salah satu yang menjadi fokusnya adalah masalah tenaga kerja dan pendidikan. Dua faktor itu dirasa penting untuk dilakukan pembenahan. “Bontang harus menjadi tuan di rumah sendiri,” terangnya.

Di samping itu, meski tergolong baru, pengusaha yang memiliki sekitar 300 pekerja itu, juga kini diperhitungkan dalam kontestasi Pilkada Bontang 2020. Dia dirasa cukup mumpuni untuk bersaing.

Hal inipun disambut Irfan dengan positif. Dia mengaku siap jika ada yang mendorong. “Tapi saya juga harus lihat motifnya apa. Jangan keburu senang saat ada yang menyanjung,” ungkapnya.

Secara finansial, pria berkacamata itu disebut memiliki amunisi yang cukup untuk membiayai operasional. “Yang jelas, sudah siap. Tidak perlu menyebut angka,” katanya, lantas tersenyum.

Meski begitu, dia meminta kepada pihak yang mendorongnya agar lebih dulu membiarkannya menjalankan tugas sebagai legislator. Agar apa yang sejak awal ingin diperjuangkan, bisa terealisasi.

“Saya tidak ingin banyak pencitraan. Biarkan masyarakat sendiri yang menilai. Saya maju di legislatif hanya karena ibadah. Bukan sebagai mata pencaharian. Begitu juga jika nanti benar melangkah ke eksekutif,” pungkasnya. (edw)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button