Nasional

Layanan Data di Papua Diblokir Kemenkominfo sampai Situasi Kondusif

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali melakukan pembatasan akses data internet. Kali ini yang dibatasi adalah akses internet di wilayah Papua dan Papua Barat menyusul situasi pascakerusuhan di sana yang dikatakan belum benar-benar kondusif.

Keputusan menutup akses internet di Papua dan Papua Barat dikatakan Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu diambil dengan alasan untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan di sana. Sebelumnya Kemenkominfo pada Senin (19/8/2019) kemarin juga melakukan throttling atau pelambatan bandwidth terkait serangkaian aksi kerusuhan di sejumlah wilayah di Papua.

“Untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan sekitarnya, setelah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, Kemenkominfo memutuskan untuk melakukan pemblokiran sementara layanan Data Telekomunikasi di Papua dan Papua Y hingga suasana Tanah Papua kembali kondusif dan normal,” ujarnya ketika dihubungi JawaPos.com, Rabu (21/8).

Lebih lanjut, dirinya juga menyebut bahwa hingga Rabu (21/8/2019), telah ditemukan sebanyak 62 konten negatif terkait kerusuhan yang berunsur provokatif yang dapat memicu situasi di Papua menjadi semakin panas. Konten tersebut dikatakan Nando, sapaan akrabnya memuat berita bohong dan ujaran kebencian.

“Kami juga mengidentifikasi 62 konten yang bermuatan provokatif. Konten tersebut ditemukan di Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Makanya kami putuskan setelah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pembatasan akses internet,” sambungnya.

Pembatasan akses internet juga pernah dilakukan di Jakarta pada Mei lalu. Hal tersebut terkait aksi kerusuhan 21-22 Mei yang menolak hasil Pemilu Presiden yang dilakukan oleh salah satu kubu waktu itu.

Sementara untuk Papua, Nando belum dapat memastikan kapan pembatasan akses internet akan kembali dibuka.

Sebagaimana diketahui, kerusuhan sempat pecah di daerah Manokwari, Papua Barat pada Senin (19/8) kemarin. Kerusuhan tersebut diawali dengan warga yang menggelar aksi demonstrasi dengan membakar ban bekas dan meletakkan pohon di sejumlah ruas jalan di dalam kota Manokwari.

Demo berlangsung anarkist dengan massa melemparkan pecahan botol dan merobohkan papan reklame, serta traffic light di pinggir Jalan Yos Sudarso. Kantor DPRD Papua Barat pun ikut menjadi sasaran amuk warga dengan dibakar.

Aksi di Papua terjadi sebagai buntut dan bentuk protes terhadap tindakan persekusi dan rasisme yang diduga dilakukan organisasi masyarakat dan oknum aparat terhadap mahasiswa Papua di Malang, Surabaya, dan Semarang. (jpc)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Sumber
Jawa Pos
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button