Bontang

Waduh, Kualitas Udara di Bontang Memburuk

Polusi udara di Kota Taman, Sabtu dan Minggu, berada dalam kategori tidak sehat. Dinas Lingkungan Hidup Bontang bakal turun ke lapangan hari ini.

BONTANG–Polusi udara di Bontang memprihatinkan. Berdasarkan informasi situs airvisual.com, kualitas udara memburuk selama 24 jam. Mulai Sabtu (7/9/2019) pukul 12.00 Wita hingga Minggu (8/9/2019) siang hari. Tingkat polusi yang tertera di laman tersebut pada dua hari lalu yakni 174. Terjadi penurunan dua jam berikutnya di angka 93.

Kemudian, peningkatan polusi udara terjadi kembali satu jam berselang mencapai angka 168. Puncak polusi udara tepat pada Minggu dini hari, yakni 173. Selanjutnya, tingkat polusi udara menurun hingga 165. Namun, besaran itu masih masuk kategori tidak sehat. AirVisual merupakan situs penyedia peta polusi harian kota besar di dunia.

Selain situs, informasi pencemaran udara juga dapat diperoleh dengan mengunduh aplikasi di Playstore maupun Appstore. Pengukuran AirVisual terhadap kualitas udara menggunakan penghitungan konsentrasi enam polutan utama. Meliputi particulate matter(PM) 2.5, PM 10, karbon monoksida, sulfur dioksida, dan tingkat ozon.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan, ambang batas sehat konsentrasi PM 2,5 di sebuah kota tak dapat lebih 25 mikrogram per meter kubik (ug/m3) dalam 24 jam. Sementara selama dua hari lalu konsentrasi PM berada di angka 49 sampai 100 ug/m3.

Dalam aplikasi tersebut diingatkan kepada warga Kota Bontang untuk menggunakan masker ketika bepergian, dilarang membuka jendela rumah, dan dilarang bersepeda. Sebab, jika dilanggar bakal berpengaruh terhadap kesehatan. Mulai iritasi mata, batuk, asma, bronkitis, serangan jantung, kanker, hingga kematian dini.

Grafis: Kaltim Post

Menanggapi itu, Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Bontang Syapriansyah segera turun lapangan. Untuk melakukan pengukuran indeks standar pencemaran udara (ISPU). “Besok (hari ini) kami mintakan data dari Air Quality Monitoring System (AQMS) yang dipasang oleh PT Badak LNG dan PT Pupuk Kaltim,” kata Syapriansyah.

Tujuannya, memastikan bila terjadi pencemaran udara asalnya dari mana. Termasuk titik yang terkena dampak dari polusi tersebut. Sementara pemerhati lingkungan Hamzah mengatakan, jika dilihat dari pemicunya bisa disebabkan dari kawasan pabrik. Mengingat Kota Taman merupakan kawasan industri. Ditambah dari polusi asap kendaraan bermotor.

“Menurut saya masih kurangnya pepohonan yang dapat menyerap dari emisi tersebut,” ucap pria yang menjabat sebagai Direktur Yayasan Bina Kelola Lingkungan (Bikal) ini. Tingkat polusi udara mengalami penurunan pada Minggu pukul 12.00 Wita. Angkanya mencapai 51 dengan besaran PM 2.5 yakni 14,1 ug/m3. (*/ak/kri/k8/prokal)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Sumber
Prokal
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button