Bontang

Jadi Polisi Gadungan, Residivis Kembali Dibekuk

BONTANG – Rencana AM menyatroni sebuah toko buah di Jalan Cipta Mangunkusumo gagal total. Minggu (8/9.2019) petang sekira pukul 18.00 Wita, pria berpostur gempal tersebut disergap aparat polisi yang tak berpakaian dinas usai berusaha mengambil dua unit ponsel dan uang tunai. Tim Rajawali Polres Bontang sukses mengamankan pelaku beserta barang buktinya.

“Ternyata penjualnya enggak sadar kalau diambil, tahunya setelah kami dapatkan di kantongnya,” ungkap Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti, melalui Kasat Reskrim AKP Mahfud Hidayat didampingi Kanit Reskrim, dan Kasubag Humas Polres Bontang Iptu Suyono saat press conference di Kantor Polres Bontang Jalan Bhayangkara, Selasa (10/9/2019).

Lanjut dia, tidak hanya itu saja toko yang pernah disatroni tersangka. Sebelumnya, pelaku berhasil mendapatkan uang Rp 2 juta dari sebuah toko penjual makanan kucing (petshop), serta dari sebuah warung makan burger mengambil satu unit ponsel dan uang sebesar Rp 900 ribu. Di dua toko tersebut, pelaku mengaku sebagai polisi untuk mengelabui korbannya. “Modusnya sebagai polisi, meyakinkannya dengan cara berpura-pura menelpon,” katanya.

Barang bukti yang berhasil didapat dari tersangka ini dipaparkannya, yaitu uang tunai sebesar Rp 2.450.000, 3 unit ponsel, satu unit kendaraan roda dua, dua plat nomor kendaraan palsu, serta jaket warnah silver yang digunakan saat beraksi di sebuah petshop, dan beberapa buku tabungan beserta ATM.

Saat dibawa ke tempat kejadian perkara (TKP) sebelumnya, pelaku sempat mencoba melarikan diri. Namun berhasil dilumpuhkan polisi dengan timah panas di kaki kanannya. Dijelaskannya, ini bukan pertama kalinya AM mendekam di balik jeruji besi. Sebelumnya ia pernah dijebloskan ke penjara dengan kasus yang sama selama setahun, dan bebas sekira akhir tahun lalu. “Ini residivis yang baru saja keluar, tapi tempat kejadiannya di Tenggarong,” ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 378 tentang penipuan dan 362 tentang pencurian. Sementara itu tersangka AM mengaku dalam melakukan aksinya, tidak pernah menentukan tempatnya atau tidak pernah direncanakan sebelumnya. Melainkan memilih tempat yang sepi, agar mudah menjalankan pekerjaan kotornya itu. “Hasilnya saya pakai sendiri,” ucapnya. (Zaenul)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button