Kaltim

Kakek Bejat, Dua Tahun Cabuli Cucu

Cantik, bukan nama sebenarnya, gadis remaja itu kini berusia 15 tahun. Namun, sejak dua tahun terakhir, ada peristiwa nahas yang menerpanya. Membuat Hasim (63), sang kakek, terseret ke penjara.

JANUARI lalu, istri Hasim pergi menghadap Sang Khalik. Kini di sebuah rumah di kawasan Sungai Kapih, Sambutan, tinggalah si Cantik bersama sepupunya yang masih kecil menemani Hasim.

Wajah Cantik kerap dirundung takut ketika melihat kakeknya. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda Iptu Rihard Nixon tidak bisa menyembunyikan kekesalan terhadap Hasim. “Saya heran, ada saja tingkah manusia sudah berumur seperti itu (cabul). Sedih lihatnya,” ungkap perwira balok dua tersebut. Bukan hitungan jari, perbuatan keji Hasim terjadi sejak dua tahun terakhir.

“Kejadian itu awalnya dua tahun lalu, korban memang terkadang tidur di rumah pelaku, tidurnya bersama nenek korban (istri pelaku) semasa hidup,” tambahnya. Ketika tidak diketahui istri, Hasim menjalankan perbuatan tak senonoh ke cucunya.

“Semasa istri pelaku masih hidup, berjualan nasi kuning. Nah aksinya selalu dilakukan pagi hari, tepat sebelum berangkat ke sekolah,” jelas Nixon. “Enggak setiap hari, perbuatan asusilanya juga tak melulu menyetubuhi, kadang diraba-raba,” sambungnya.

Saat sang nenek masih ada, perlakuan Hasim sudah disampaikan. Namun kala itu, tak begitu ditanggapi serius. “Nanti dipukul,” ucap Nixon mengulang penjelasan korban saat dimintai keterangan.

Kasus itu mulai terungkap beberapa bulan lalu. Saat itu, Hasim nyaris menggerayangi cucunya itu saat malam. “Waktu itu, korban yang tidur sama tantenya, mendapati pelaku masuk. Tapi beralasan cari foto istrinya,” jelas perwira yang pernah bertugas di Bontang tersebut.

Namun, korban tak berani menceritakan kisahnya kepada orangtua. “Alasannya adalah setiap hari yang antar-jemput korban adalah kakeknya. Dia (korban) juga diancam untuk tidak bicara dengan siapa pun,” tegasnya.

Kasus ini mulai menemui titik terang setelah sang tante menceritakan kejadian tersebut kepada ibu Cantik yang kemudian berlanjut dengan berkoordinasi dengan psikolog dan memeriksakan anaknya ke rumah sakit. Dari penyampaian itu barulah sang ibu memutuskan melaporkan ke polisi pada 12 Agustus.

Sejak dilaporkan 12 Agustus lalu, Hasim baru dibekuk 4 September. Namun, pelaku bersikeras tidak mengakui perbuatannya. Ditemui kemarin (10/9/2019), Hasim menyebut kondisinya sedang sakit. “Batuk dan pilek,” ujarnya.

Awalnya dia membantah tuduhan yang dilaporkan orangtua korban. “Saya kerja setiap hari sopir angkot, mana bisa berbuat seperti itu,” jelasnya. Dia merasa heran dengan hasil visum et repertum (VER). “Enggak ada berbuat seperti itu (cabul),” kilahnya. Hanya dari keterangan yang diperoleh kepolisian, pelaku memberi Rp 7 ribu kepada korban, sebagai uang tutup mulut, setiap selesai beraksi. (*/dad/*/dra/dns/k8)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Sumber
Prokal
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button