Bontang

Satpol PP Bontang Loyo Tertibkan THM, Ini Kata Wakil Wali Kota

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase meminta Satpol PP segera eksen. Itu menyikapi belum adanya tindakan yang dilakukan terkait pembongkaran petak kamar di Prakla maupun penertiban Tempat Hiburan Malam (THM).

“Tim kan sudah dibentuk, Satpol PP harusnya sudah bertindak,” ujar kepada awak Kaltim Post melalui sambungan selularnya, Jumat (13/9).

Ia menegaskan, jika tim sudah dibentuk, mestinya tak perlu lagi harus diperintah untuk melaksanakan tugasnya. Ditambah lagi tim tersebut sudah dibentuk sejak dua bulan lalu. Namun belum menemui hasil seperti yang direncakan sejak awal. “Satpol PP jangan cuma nunggu perintah. Masa yang begini-begini tunggu saya perintahkan,” tegasnya.

Pembentukan Tim THM sudah memasuki 56 hari. Namun pergerakan yang dilakukan kini belum menemui hasil. Padahal Pemkot Bontang tengah merencanakan untuk segera bertindak hingga dibentuknya tim tersebut. Yang salah satunya pembongkaran petak kamar wisma di Prakla.

Kabid Penegakkan Peraturan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Andi Harto mengangaku belum menerima kabar terbaru mengenai perintah melakukan pembongkaran tersebut. Ia menyampaikan hingga kini masih menunggu perintah dari atasan.

“Belum ada kabar dari pak Wawali Bontang, kayaknya diam aja lagi ini. Kami menunggu aja,” jelasnya ketika dikonfirmasi perkembangan pembongkaran petak kamar prakla.

Sesuai dengan standar operasi prosedur (SOP), Andi menyampaikan dalam melakukan penertiban memang bagian dari Satpol PP. Akan tetapi rencana untuk pemanggilan para pemilik wiswa di Prakla pun belum dilakukan oleh tim yang menanganinya.

“Belum ada juga dipanggil yang punya itu. Harusnya Dinas pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) dipanggil dulu. Tapi tetap harus dari pak wakil dulu,” sebutnya. (*/rsy/prokal)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button