Kaltim

Tertembak di Kepala, Pengedar Narkoba Tewas

SAMARINDA – Sopir mobil Ayla membawa sabu-sabu 1 kilogram terlibat kejar-kejaran dengan BNNP Kaltim, Irwan (35) alias Wawan, akhirnya tewas, Sabtu (21/9/2019) sekira pukul 01.00.

“Benar, telah meninggal dunia. Rencananya, jasadnya hendak dikuburkan di Sangatta, Kutai Timur. Dia (Irawan) diduga jaringan narkoba baru dari Palu, Sulawesi Tengah, yang beroperasi di Sangatta dan Samarinda,” ujar Humas BNN Provinsi Kalimantan Timur Haryoto, kepada PROKAL.co (grup Bontangpost.id).

Haryoto menegaskan pembawa mobil tewas karena luka di kepala akibat terkena peluru senjata api petugas. Saat kejadian, Irawan hendak merebut senjata petugas yang hendak menangkapnya.

“Terjadi saling rebut senjata ketika petugas hendak menghentikan dia (Irawan) yang duduk di kursi sopir. Sedangkan stir mobil dipegang rekannya (Daus melarikan diri) dan dalam keadaan petugas terseret mobil,” ujar Haryoto.

Lebih lanjut, Haryoto mengungkapkan BNNP Kaltim menyita barang bukti narkoba 1 kilogram sabu-sabu dan 200 butir ineks, berkat petugas mendesak pacar Daus yang berada dalam mobil untuk menunjukkan lokasi barang tersebut dibuang.

“Petugas mendapat informasi bahwa barang narkoba dibuang di fly over Air Hitam. Dari info itu, tim lain BNNP Kaltim mendapat barang bukti narkoba,” kata Haryoto.

Sebelumnya, aksi kejar-kejaran sebuah mobil merk Ayla plat nompor polisi KT 1971 RJ membawa narkotika dengan petugas BNNP Kaltim memakai sepeda motor terjadi di Jl Juanda hingga persimpangan Jalan PM Noor Sempaja, Jumat (20/9/2019) pukul 15.30.

Kejadian ini berujung mobil ditumpangi 4 orang masuk ke dalam parit. Satu laki-laki atas nama Iwan tertembak bagian kepala akibat berupaya menabrak petugas dan dua perempuan menumpang kendaraan itu, diamankan. Adapun, satu laki-laki dari penumpang tersebut lolos dari kejaran petugas.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kaltim, AKBP H Tampubolon mengatakan petugas mendapatkan 11 poket sabu-sabu seberat 1.009,43 gram dan 200 butir ekstasi.

“Operasi BNNP menemukan narkotika hari ini bermula ada informasi bahwa ada pergerakan barang (narkoba) memakai mobil Ayla merah. Lalu, kami bentuk tim dan mengawasi beberapa titik yang harus kita waspadai,” kata Tampubolon.

“Saat di Jalan Juanda, petugas melihat mobil yang dicurigai bawa narkoba. Ternyata, dikejar, malah mobil melarikan diri dan sampai sengaja menabrak petugas kami,” jelasnya lagi.

Akhirnya, petugas coba mencegat lagi mobil tersebut dan persisnya di persimpangan Jalan AW Sjahranie dan Jalan PM Noor. Mobil itu tiba-tiba masuk ke parit ketika hendak menghindari kejaran. (Prokal)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button