Bontang

Groundbreaking BCM (Kembali) Tertunda

BONTANG – Proses peletakkan batu pertama pembangunan Bontang City Mall (BCM) kembali tertunda. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) sebelumnya menargetkan pertengahan September lalu. Namun, hingga awal Oktober ini pengerjaan urung dilakukan.

Kepala Bidang Penanaman Modal DPM-PTSP Asnaniah mengagendakan proses groundbreaking akan dilakukan saat perayaan HUT ke-20 Kota Bontang. Tepatnya 14 Oktober mendatang. Proses perizinan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) telah rampung, sejak dua pekan lalu.

“Kami rencanakan untuk proses groundbreaking BCM itu bertepatan dengan HUT Bontang. Hasil koordinasi dengan pemerintahan setelah pelaksanaan upacara HUT Bontang dan rapat paripurna,” kata Asnaniah.

DPM-PTSP pun telah melakukan koordinasi dengan Bagian Humas Sekretariat Kota Bontang. Berkenaan dengan penyusunan jadwal acara groundbreakingtersebut. “Saya minta doanya semoga berjalan lancar,” pintanya.

Saat ini investor sedang menunggu terbitnya izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Pemrakarsa telah menjalani sidang pertama sehubungan perizinan ini. Dijelaskan dia, sidang pertama ini berkenaan dengan hal teknis.

Baca Juga:  Peletakan Batu Pertama BCM Dijadwalkan 14 Oktober

“Selanjutnya akan digelar sidang kedua untuk Amdal. Waktunya secepatnya. Sidang kedua ini biasa disebut sidang komisi,” ucapnya.

Penjadwalan mengenai sidang Amdal ini ranahnya OPD teknis. Yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang. Setelah Amdal terbit maka biasanya konsultan dari PT Anggarakasa Lukeswara selaku investor melakukan sejumlah perbaikan atau revisi dokumen.

“Revisi ini tergantung dari konsultan pemrakarsanya. Ini harus dipercepat.Semakin cepat revisinya maka terbitnya IMB semakin cepat pula,” tutur dia.

Mekanisme pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bersifat paralel. Sehingga dapat dilakukan sembari menunggu perizinan Amdal usai. Diketahui, total investasi BCM mencapai Rp 80 miliar. Lokasi pembangunan BCM berada tepat di depan Kantor Kelurahan Tanjung Laut.

Baca Juga:  Groundbreaking Pembangunan Bontang City Mall Bergantung Ini...

Total lahan di area itu mencapai dua hektare. Berdasarkan desain, BCM berkonsep bangunan lima lantai. Dua lantai digunakan untuk parkir kendaraan dengan model bawah tanah.

Sejauh ini tiga tenan besar dipastikan bakal bergabung. Meliputi bioskop Cinema XXI, pusat perbelanjaan Matahari, dan Hypermart. Diketahui, wacana pembangunan BCM ini telah tercetus sejak 2015 lalu. Kala itu, pembebasan lahan sudah dilakukan pihak investor, namun ada beberapa wilayah yang kepemilikannya Pemkot Bontang sehingga perlu ditukar guling sebanyak Rp 240 juta.

Tukar guling sudah dilakukan, namun belum ada tanda-tanda pembangunan hingga 2018 lalu. Pihak investor beralasan belum mendapat tenant besar untuk menjalin kerja sama. Barulah 2019 ini mulai ada pergerakan lagi. Harapannya perizinan bisa cepat diselesaikan dan pembangunan mulai dilakukan. (*/ak/prokal)

Baca Juga:  Investor Proyek Pembangunan BCM  Siap Diganti
Sumber
Prokal
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close