Pemkot Bontang

Kurangi Pemakaian Kertas, Neni Luncurkan e- Risalah

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni resmi meluncurkan aplikasi e- Risalah pada Jumat (4/10/2019), di Kantor Sekretariat DPRD Bontang Jalan Moeh Roem.

Sistem ini merupakan wujud komitmen Pemkot Bontang dalam menuju smart and green city. “Izinkan saya me-launching sistem e-Risalah yang smart dan green,” ungkapnya di sela-sela kegiatan yang dibarengi Pelantikan Pimpinan DPRD Periode 2019 – 2024.

Sementara itu Sekretaris DPRD Bontang, Lukman menerangkan hal ini meruapakan langkah pihaknya dalam upaya mengurangi penggunaan kertas dan memaksimalkan efektivitas pekerjaan, serta efisiensi keuangan di Pemkot Bontang khususnya di Sekretariat DPRD (Setwan) Bontang.

Dijelaskannya, risalah atau notulen yang diterapkan selama ini membutuhkan waktu yang lama, baik dalam proses pengetikan dan koreksi pimpinan DPRD. Sementara banyak rapat dan kegiatan yang mesti dilakukan alat kelengkapan dewan (AKD).

Sehingga dibutuhkan cara yang lebih cepat dan memiliki kualitas baik dalam penyajiannya. Terlebih belanja kertas di lingkungan Setwan dalam setahun cukup besar. Setiap rapat minimal membutuhkan puluhan kertas.

Baca Juga:  Pengelolaan Pajak dan Retribusi Pasar Dicontoh

“Untuk tahap awal e-Risalah masih mengakomodir urusan di bagian risalah, seperti notulen rapat,” jelas Lukman, dalam presentasinya belum lama ini.

Ia menyebut perlu penerapan teknologi dan informasi dalam penyajian risalah, sebab ke depannya akan berkesinambungan. Untuk itulah Lukman berinovasi dalam penerbitan sistem risalah yang smart dan green di Setwan Bontang.

Lanjut Lukman menyampaikan, butuh kurun waktu satu tahun untuk solusi program IT dalam penaskahan risalah dapat direalisasikan, dengan tetap berstandar pada analisis kajian problem solving seperti analisa SWOT (Strenght, Weakness, Oportunity, Threat).

“Dengan menggunakan analisa SWOT, segala potensi kelemahan, peluang dan cara mengatasi menjadi instrumen analisis dalam keterkaitan pengembangan e-Risalah di Sekretariat DPRD kota Bontang,” katanya.

Baca Juga:  Minimalisir Kemungkinan Terburuk Ibu Hamil di Kondisi Gawat Darurat

Melalui e-Risalah, Lukman mengatakan ke depannya juga dapat digunakan untuk pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda). Di samping itu, setwan juga mulai menggunakan tanda tangan elektronik. Melalui aplikasi ini, hasil notulen rapat bisa diteken oleh pejabat terkait melalui elektronik.

Ia berharap, aplikasi e-Risalah tersebut mendapat dukungan dari semua pihak untuk diterapkan. Paling tidak dapat mempercepat pembuatan risalah oleh setwan. (Zaenul/Adv)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close