Bontang

Investor Belum Tinjau Lokasi Kilang

BONTANG – Peninjauan kesiapan lahan pembangunan kilang Bontang dipastikan tertunda. Salah satu yang menjadi alasannya, yakni menunggu persetujuan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dari Kementerian Dalam Negeri.

Hal ini ditegaskan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Bontang, Amirudin. “Sampai hari ini belum keluar. Itu yang salah satu kendalanya juga,” ucap.

Kendala lainnya, Amirudin mengatakan tergantung kepada komitmen investornya nanti.  Yang jelas, Pemkot Bontang telah menyediakan kawasan industri seluas Luasnya 860 hektare di Kelurahan Bontang Lestari.

“Yang jelas sudah menyediakan ruang, tinggal investornya aja lagi ini kita tunggu komitmennya,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, Agustus lalu pihak pertamina berkunjung ke Bontang. Akan tetapi belum meninjau langsung lokasi rencana pembangunan proyek proyek kilang berkapasitas 300 ribu barel per hari tersebut.

Baca Juga:  Sering Kehabisan, Antrean Pemburu Solar Mengular

“Belum ada kabar terbaru untuk kunjungan lokasi, tapi bulan ini pertamina rencananya akan bertemu dengan Pemkot Bontang,” tuturnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyebut investor asal Oman, bakal mengecek kesiapan lahan kilang pada September.

“Insya Allah September dari pihak Oman dan Pertamina akan langsung tinjau lapangan,” ungkapnya disela kunjungan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, Rabu (28/8) lalu.

Dijelaskan, pembangunan kilang minyak ini dilaksanakan di dua wilayah yaitu Bontang dan Tuban. Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan produksi minyak. Ada enam megaproyek kilang untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan petrokimia dalam negeri hingga 2026.

Baca Juga:  HEBOH! Kepulan Asap Hitam dari Kilang Balikpapan

Infrastruktur energi tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar Pertamina dari saat ini sebesar 600 juta barel per hari menjadi 1,7 juta barel per hari.

Megaproyek kilang ini adalah empat proyek perluasan alias Refinery Development Master Plan (RDMP), yakni RDMP Refinery Unit (RU) V Balikpapan, RDMP RU IV Cilacap, RDMP RU VI Balongan, dan RDMP RU II Dumai. Serta proyek pembangunan Grass Root Refinery (GRR) di Bontang dan Tuban. (*/rsy/prokal)

Sumber
Prokal
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close