Bontang

Jemaah Umrah Asal Bontang Ancam Polisikan Travel, Jika Kembali Ditelantarkan

BONTANG – Nasib jamaah umrah dari travel DTG yang terlantar di Jakarta mulai ada kepastian. Pasalnya, mereka dijanjikan oleh pihak travel untuk berangkat Ahad (13/10/2019) besok.

Hal ini diungkapkan oleh pernyataan salah satu jamaah Joko (bukan nama sebenarnya). Kepastian ini terlontar saat pihak Kementerian Agama (Kemenag) dan kepolisian melakukan mediasi, tiga hari setelah gagal berangkat. “Dijanjikan kepada kami berangkat Minggu. Kalau tidak maka kami dipulangkan ke Bontang,” kata Joko.

Hal ini tertuang dalam surat perjanjian bermaterai. Saat ini surat tersebut telah dipegang oleh jamaah.
Namun, informasi lebih lanjut mengenai keberangkatan belum diterima puluhan jamaah. Baik itu seputar jam maupun maskapai yang digunakan. Kondisi ini membuat sebagian jamaah pesimistis. Karena rekening travel itu diketahui isinya tidak sampai Rp 100 juta.

“Saya berharap berangkat beneran (umrah). Tetapi kalau kata salah satu jamaah yang berasal dari Tanjung Santan, ini hanya akal-akalan untuk mengulur waktu,” ucapnya.

Diketahui, empat jamaah sudah pulang beberapa hari lalu. Disebabkan waktu cuti pekerjaan telah berakhir. Dituturkan Joko, biaya kepulangan keempatnya ditanggung sepenuhnya oleh pihak travel. Joko berujar jika besok gagal berangkat lagi maka kasus ini bakal diperkarakannya. Mengingat nilai kerugian sudah tidak dapat dihitung lagi. Baik itu dari sisi uang, waktu, maupun psikis.

Sementara, travel DTG berdasarkan keterangan dari Kemenag Bontang belum mengantongi izin. Dari profil perusahaan, terungkap bahwa travel ini berafiliasi dengan salah satu perusahaan tiket dan perjalanan ternama.

Saat ini, pihak travel belum mengantongi izin dari Kantror Wilayah (Kanwil) Kemenag Kaltim. Sementara satu perizinan di tingkat daerah yang belum diurus ialah terdaftar di Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). “Dokumen mereka belum lengkap. Banyak yang harus dilengkapi untuk kelayakan sebuah travel profesional,” kata Ali Mustofa selaku Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Bontang.

Dari struktur pengurus travel sendiri diisi oleh beberapa orang. Mulai dari posisi direktur utama, direktur pemasaran, general manajer, kepala departemen IT dan pengembangan, keuangan, serta empat jabatan manager.

Menurut Ali, travel wajib melakukan dua hal sehubungan masalah ini. Meliputi pengembalian uang kepada jamaah atau memberangkatkan dengan travel lain yang sifatnya mempunyai izin resmi.
“Pimpinan travel harus bertanggung jawab,” sebut dia.

Awak media Kaltim Post selama tiga hari berturut-turut telah mendatangi kantor travel untuk meminta konfirmasi. Sayangnya, rolling door dari kantor tersebut terkunci rapat. Kondisinya sepi. Hanya beberapa kendaraan roda empat terparkir di halaman kantor. (*/ak/prokal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close