Bontang

Aloysius Pimpin DPC LPADKT-KU Bontang, Dorong Pemuda Dayak Terlibat Dalam Proses Pembangunan

BONTANG – Aloysius Roni resmi menjabat sebagai Ketua DPC Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (LAPDKT-KU) Bontang periode 2019 – 2024. Setelah dilantik bersama pengurus lainnya oleh Ketua Umum LAPDKT-KU, Vendy Meru, di Auditorium Taman Tiga Dimensi, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Sabtu (12/10/2019).

Kegiatan bertemakan Berdayakan Dayak, dengan Mengedepankan Kearifan Lokal, Menciptakan SDM Pemuda Dayak yang Berkualitas, Berkemampuan, Berdaya Saing dan Siap Berperan Aktif Dalam Pembangunan Bontang ini berlangsung penuh khidmat saat pembacaan ikrar janji. Namun tetap meriah, karena menyuguhkan tarian dayak yang diperagakan oleh dua orang laki laki dan seorang perempuan diiringi lantunan sape. Serta menyaksikan video dokumentasi kegiatan LPADKT cabang Bontang selama ini.

Sehingga membuat para undangan seperti Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, beserta suami Andi Sofyan Hasdam dan Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti, beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bontang, perwakilan dari organisasi masyarakat dan seluruh anggota LPADKT yang memadati ruangan terhibur.

Ketua DPC LAPDKT-KU Bontang Aloysius Roni mengatakan dia telah mempersiapkan program prioritas yang akan dijalankannya selama memimpin lima tahun kedepan. Di antaranya adalah mendorong Pemkot Bontang dan perusahaan yang ada agar dapat memberdayakan dan melibatkan para pemuda dayak di Kota Taman dalam proses pembangunan. Sehingga tidak timbul kecemburuan sosial.

Pasalnya setelah melakukan survei di perusahaan yang bergerak di Bontang, dari sekian banyak pekerja organik, warga dayak yang tercatat sebagai karyawan organik dapat dihitung dengan jari. “Lebih dilibatkan lagi dalam kesempatan memperoleh beasiswa, pelatihan, bekerja dan berusaha,” ucapnya.

Selain itu LPADKT-KU Bontang akan ikut dalam menjaga kenyamanan, keamanan, ketentraman dan kondusifitas Kota Taman, dengan menjalin silaturahmi dengan pemkot, seluruh instansi, maupun lembaga adat istiadat yang di Bontang dan merawat toleransi antarumat beragama. “Kami akan bersinergi,” ujarnya. (adv/Zaenul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close