BontangOlahraga

Pemuda Sampoang Unjuk Gigi Melaju Ke Semifinal Wali Kota Cup

Carokazz FC Belum Terkalahkan

BONTANG – Teriakan gol menggema di Stadion Taman Prestasi Jalan Moeh Roem, Kelurahan Bontang Lestari. Para pemain cadangan Carokazz FC dan official tersentak loncat berhamburan dari tempat duduk pemain, sembari melempar senyum lebar kegirangan dan bertepuk tangan.

Begitu juga ekspresi dari para pendukungnya. Setelah Aswin berhasil menceploskan bola ke gawang lawannya, Remtal dengan tendangan voli yang keras pada menit ke-80.  Kegembiraan Carokazz FC ini semakin tak terbendung, setelah peluit panjang ditiup wasit yang memimpin pertandingan delapan besar Wali Kota Cup Bontang 2019. Pertanda tim asal Tanjung Laut ini berhasil melaju ke babak Semifinal dengan kemenangan 1-0 atas Remtal.

Keberhasilan tim debutan ini untuk melaju ke semifinal, bahkan untuk lolos dari babak penyisihan memang sempat diragukan dari berbagai kalangan. Bagaimana tidak, tim asal kampung Sampoang yang hanya dihuni para pemain muda ini, masuk di grup yang berisikan dua tim besar yaitu Badak Selection dan Indominco, yang materinya diisi pemain senior yang kerap tampil di pertandingan ini.

Namun, hal itu berhasil dipatahkan dengan semangat juang para pemain. Terbukti di fase penyisihan grup H, Carokazz sukses menahan imbang kedua tim yang dibina perusahaan besar tersebut. Seperti Badak Selection dengan skor 1-1. Padahal sebelumnya tim binaan Badak LNG itu berhasil melumat lawannya, RPL 12-0 tanpa balas. Alhasil, tim ini berhasil menyingkirkan Indominco dan lolos ke fase 16 besar dengan poin 5.

Hasil baik terus ditorehkan tim Carokazz. Di fase 16 besar mereka kembali memperdaya lawannya. Misalkan saat melawan IPTLI, Carokazz FC melumat 4-0 tanpa balas. Dengan begitu, tim ini berhasil mempertahankan rekornya yang tak terkalahkan.

“Iya banyak yang bilang kami cuman beruntung saja, tapi kami tetap semangat,” ujar Kapten Tim Carokazz FC, Basri Carokazz.

Capaian yang diraih tim ini, diakui telah melebihi target yang dipatok oleh para pengurus. Dari awal pihaknya hanya menginginkan dapat bermain hingga  babak 8 besar, karena sadar hanya merupakan tim baru. “Targetnya cuman 8 besar, tapi alhamdulillah bisa lolos,” ucapnya.

Pemain bernomor punggung 3 ini membeberkan, kunci sukses keberhasilan timnya yang bermaterikan dominasi pemuda asal kampung Sampoang ini adalah berkat kekompakan pemain, komunikasi yang baik antarpemain, serta semangat pantang menyerah dan disiplin dalam berlatih baik itu saat latihan hingga tambahan pasca latihan. Sehingga mereka membuktikan bahwa pemain muda juga dapat berprestasi.

“Komunikasi yang baik antarpemain dan pengurus itu yang penting, dan bermain lepas,” ujarnya. (Zaenul)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close