Bontang

Korban DTG Terpecah, Tunggu Masa Berlaku Surat Perjanjian Habis atau Lapor Notaris

BONTANG-Sebelas hari setelah terlantarnya jemaah umrah dari Duta Travel Group (DTG) belum juga menunjukkan titik terang. Saat ini jemaah berada di Bontang tapi penggantian biaya dari travel terkait urung dilakukan.

Kini beda pandangan menyelimuti 32 jemaah dari Bontang. Salah satu korban, Joko (bukan nama sebenarnya) menjelaskan, separuh dari total jemaah masih menunggu masa berlaku dari surat perjanjian habis, yakni pada 13 November. Hasil kesepakatan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Namun, separuhnya lagi menginginkan untuk membuat surat perjanjian ulang di hadapan notaris. Tujuannya mengetahui aset yang dimiliki pihak DTG. Bila melanggar, korban dapat menyita aset.

“Ada beda pendapat dari korban travel DTG. Namun, yang saya lihat ingin ke notaris juga belum ada aksinya,” kata pria yang enggan namanya disebutkan.

Secara pribadi, Joko berpandangan menunggu durasi surat perjanjian. Hal itu setelah berkoordinasi dengan kepolisian, beberapa hari lalu. “Uang dari mana lagi, saat ini sudah banyak biaya yang keluar,” ucapnya.

Berkenaan dengan pelaporan kepada Kementerian Agama (Kemenag) Bontang bakal dilakukannya hari ini. Joko siap menyetorkan sejumlah bukti transfer. Ia menuturkan, total kerugian mencapai Rp 25,5 juta.

Perinciannya, Rp 4 juta untuk biaya pendaftaran, Rp 20,3 juta merupakan pelunasan biaya umrah, dan Rp 1,2 juta untuk pengurusan visa. Total ada 45 jemaah yang menjadi korban DTG.

“Saya besok (hari ini, Red.) akan melaporkan. Uang yang disetorkan tiap jemaah ini tidak sama. Ada yang membayar hingga Rp 35 juta. Tiap marketing beda-beda penarikan,” sebut dia. (*/ak/dra2/k16/prokal)

Apa Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Sumber
Prokal
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close