Bontang

Perhatikan Aturan Berkendara, Operasi Zebra Digelar 14 Hari

BONTANG – Polres Bontang menggelar upacara gelar pasukan operasi zebra di Halaman Mapolres Bontang, Rabu (23/10/2019). Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti, serta diikuti 200 personel terdiri dari TNI-Polri, Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang, dan Satpol PP.

Pria berpangkat melati dua ini menjelaskan, selama 14 hari ke depan terhitung mulai hari ini (23/10/2019) hingga 5 November mendatang pihaknya akan melaksanakan operasi zebra. Kegiatan ini tidak hanya di Kota Taman, melainkan serentak dilaksanakan seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Selain untuk menciptakan cipta kondisi pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, jJuga sebagai pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020.

Lanjut dia, terdapat pelanggaran yang menjadi prioritas yaitu surat kendaraan tidak lengkap, melebihi batas kecepatan, menggunakan gawai saat berkendara, mabuk saat berkendara, dan melawan arus.

“Kegiatan ini dilaksanakan guna meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara,” ucapnya.

Ditambahkan Kasat Lantas Polres Bontang  AKP Imam Syafii, dalam operasi ini terdapat 90 personel gabungan terdiri dari TNI-Polri 47 orang, Dishub Bontang 35 orang, Polisi Militer 5 orang, dan juga melibatkan petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

“Yang melanggar akan langsung ditindak di tempat,” katanya.

Pria berpangkat balok tiga di pundak ini memaparkan, pada Operasi Zebra tahun lalu, tercatat ada 1.218 pelanggaran. Sedangkan untuk Operasi Patuh Mahakam yang digelar beberapa waktu lalu tercatat 1.345 pelanggaran. Jumlah ini mengalami kenaikan 0,1 persen dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 1.315.

Pelanggaran terbanyak pada operasi patuh beberapa waktu lalu, yakni tidak menggunakan safety belt dan pengendara anak di bawah umur. Sebab itu, untuk mengurangi angka pelanggaran pihaknya gencar melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah setiap Senin saat upacara.

“Kami targetkan agar masyarakat dapat lebih tertib, lebih sadar agar mengurangi kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Pihaknya tidak menentukan waktu dan tempat dalam operasi tersebut. Namun akan difokuskan pada daerah yang dianggap rawan terjadi pelanggaran lalu lintas. “Daerah Loktuan itu banyak yang tidak pakai helm,” pungkasnya. (Zaenul)

Apa Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close